Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2016

Tips Berwisata Kuliner Nyaman di Jepang

Kedai di Tokyo, Jepang

Tingginya jumlah wisawatan asing yang mengunjungi Jepang, belakangan ini membuat turis-turis asing sulit menemui kedai kecil untuk menikmati sajian khas Jepang. Gelombang wisatawan asing itu tampaknya akan terus bertambah apalagi akan dilangsungkannya Olimpiade di Jepang pada 2020 mendatang. 
Kini, banyak kedai di Jepang yang memberlakukan sistem member bagi mereka yang akan menikmati sajian di kedai atau restoran mereka. Dengan sistem ini, orang-orang yang makan menjadi terbatas. 
Salah satu pemilik kedai di Jepang, Masaaki Narutomi mengatakan alasan pemberlakuan aturan tersebut dan menolak turis asing karena beberapa turis tidak mengerti mengenai budaya soba yang merupakan salah satu makanan cepat saji di Jepang.
Menurutnya, beberapa pelanggan terlalu lama makan dan duduk setelah makan, sementara pelanggan lain dibiarkan berdiri di luar. Narutomi mengatakan, kedainya yang berada di pinggiran distrik Ginza Tokya hanya memiliki beberapa kursi yang disiapkan untuk pelanggan tetap. 
Maka agar wisata kuliner Anda tak terganggu, berikut beberapa tips untuk bisa makan di Jepang dengan nikmat seperti dilansir Japan Times.
Pertama-tama, jika sebuah kedai/restoran tidak menerima Anda atau Anda tidak mungkin masuk ke dalamnya, carilah tempat lain. Sebab beberapa restoran tidak menerima reservasi. Kecuali jika Anda menemukan restoran yang ramah yang mengizinkan Anda masuk tanpa perlu reservasi terlebih dahulu.
Jika Anda turis asing, tentu yang pertama dicari adalah restoran dan hotel dari agen perjalanan. Direktur layanan di Mandarin Oriental Tokyo, Masumi Tajima menyarankan  untuk menghubungi agen perjalanan lebih dari satu bulan sebelum mengunjungi Jepang. Anda juga bisa menanyakan mengenai lokasi-lokasi wisata kuliner yang direkomendasikan.
Jika anggaran Anda tidak mencukupi, Anda bisa mencari restoran yng sesuai secara online. Narisawa, yang merupakan salah satu restoran besar di Asia, menerima pemesanan melalui situs resmi mereka. Beberapa hotel yang memiliki restoran besar juga menerima pemesanan online, seperti Park Hyatt Tokyo dan Mandarin Oriental.
Mencari restoran dalam situs berbahasa Inggris akan lebih memudahkan, seperti pada situs Tabelog dan Gurunavi. Michelin Jepang dengan panduan berbahasa Inggris juga bisa diakses online.
Jika telah melakukan reservasi, Anda harus tepat waktu. Banyak kedai sushi yang mulai memberikan pelayanan setelah semua tamu yang reservasi mendapatkan tempat duduk. Jangan berpakaian berlebihan dan memakai parfum dengan wangi menyengat. Jika Anda ingin mengambil gambar makanan, tanyakan dulu kepada pelayan apakah hal itu diperbolehkan. Sejumlah kedai melarang pelanggan mengambil gambar makanannya melalui kamera ponsel.
Pelajari beberapa kata bahasa Jepang seperti osusume untuk menanyakan rekomendasi makanan dan omakase untuk memberikan keputusan kepada koki. Katakan oishii (lezat) untuk mengapresiasi makanan.
Jangan berambisi untuk melakukan banyak reservasi. Pembatalan reservasi bisa dikenakan biaya yang sangat besar, terlebih jika dilakukan 24-48 jam setelah pemesanan. 

source: gaya hidup republika

Minggu, 31 Januari 2016

Motonosumi Inari Shrine, Situs Wisata Menakjubkan di Jepang

Motonosumi Inari Shrine

Dalam keramaian dan hiruk pikuk kota besar Tokyo dan Osaka, terselip situs terpencil di Jepang yang benar-benar menyuguhkan keindahan.
Ada begitu banyak kuil merah menakjubkan sejak memasuki gerbang torri yang mengarah ke laut Jepang. 

Seperti dilansir Rocketnews24, situs menakjubkan tersebut bernama Motonosumi Inari Shrine. Terletak di Nagato City, Prefektur Yamaguchi, situs tersebut memiliki 123 gerbang torii kuil merah di sepanjang gunung menuju tebing yang menghadap Laut Jepang.

Dari lokasi tersebut, terlihat warna-warna indah, tanaman hijau subur, dan angin laut segar. Semua itu menjadi pelengkat sempurna di tempat tersebut yang mewakili hubungan antara alam dan agama Shinto.

Tidak hanya pemandangan indah itu saja, kuil itu sendiri memiliki sejarah yang menarik. Pertama kali didirikan pada 1955, roh diyakini ditempatkan di tempat itu setelah berpisah dari Taikodani Inari Shrine di negara tetangga Prefektur Shimane sekitar 60 tahun yang lalu.

Gerbang torii, yang membentang lebih dari 100 meter (328 kaki) yang dibangun selama periode sepuluh tahun sejak 1987. Gerbang itu lah yang menyuguhkan pemandangan indah yang bisa dilihat pada masa ini.

Selain itu, penduduk di sana meyakini kepercayaan setelah berdoa di kuil tersebut maka akan membuat keinginan menjadi kenyataan. Hanya harus dipastikan memiliki tujuan baik meskipun berdoa di tempat yang tidak biasa.

Tak hanya berdoa, para wisatawan juga bisa mengunjungi Ryugu Shiofuki yang terletak saat melewati gerbang torii dekat laut. Saat ada gelombang tinggi di tebing tersebut, udara bisa meniupkan air hingga 30 meter (99 kaki) ke atas. Kejadian tersebut biasa dikatakan menyerupai naga yang melonjak di langit.

Jika ingin mengunjungi daerah tersebut, para wisatawan harus bekerja keras karena tidak mudah diakses transportasi umum. Namun, jika mengunjungi dengan mobil, kuil tersebut bisa ditembuh selama 20 menit dari Nagato-Furuichi Station.

source: gaya hidup republika

Empat Keunikan Orang Jepang



Jepang menjadi salah satu negara destinasi wisata yang kerap menjadi tujuan pelancong.
Ada beberapa faktor yang membuat Jepang memiliki daya tarik bagi turis asing. Misalnya, kebersihan kota, kesopanan warganya, makanannya yang umumnya sehat, dan keunikan dandanan kaum muda.
Selain itu, alam Jepang yang berbalut salju, juga menjadi daya tarik bagi turis. Tak ketinggalan, banyak lokasi permainan untuk anak-anak.
Soal kesopanan, warga Jepang bisa diacungi jempol. Bila Anda menggunakan eskalator saat menuju stasiun kereta di Tokyo, maka warga Tokyo antre. Berdiri rapi di sisi eskalator. Sementara, sisi kanan eskalator kosong.
Bahkan saat berada di tengah keramaian pun, sikap tertib ini tampak di antara warga Tokyo, misalnya saat hendak menyeberang di kawasan sibuk di sekitar Ginza.
Berikut empat hal unik dan mengesankan saat berwisata ke Jepang:

1. Sopan
Bila Anda naik kereta api seperti commuter line di Jakarta, maka Anda akan menyaksikan penumpang mengenakan masker. Hal ini dilakukan oleh penumpang yang sedang sakit, seperti flu, untuk mencegah penularan ke orang lain.
Kesopanan juga akan Anda rasakan ketika memasuki pusat perbelanjaan. Pramuniaga akan menyapa pengunjung. Misalnya, ketika memasuki toko Uniqlo, seorang pelayan langsung menyapa: “selamat datang di Uniqlooo!”
Pramuniaga akan mengucapkan hal itu cukup sering, dan setiap pramuniaga akan tundak menyambut Anda. Selain itu, kasir akan meminta maaf sebelum meminta uang.
“Saya mendapatkan rasa hormat. Tapi, itu membingungkan, apakah saya harus membalas? Di Jepang, staf toko dan pelayan bahkan menunduk dan berjalan mundur di depan pelangga. Apakah ini hormat yang tulus?” ujar seorang turis asal Australia, Alice Williams.
2. Budaya malu

Budaya malu melekat bagi warga Jepang. Barangkali hal ini sedikit aneh bagi orang yang berasal dari negara lain. Alice menganggap budaya malu itu sangat berbeda dengan budaya bersalah di antara penduduk di negara Barat.
Dalam budaya bersalah, menurutnya, manusia mengatur diri berdasarkan tanggung jawab pribadi dan takut dihukum. Di Jepang sebaliknya.
Kesejahteraan kelompok lebih utama dibanding kesejahteraan individu. Jadi, tatanan sosial masih bertahan melalui pengucilan dari kelompok, atau ketidaksetujuan kelompok atas sesuatu.
Jepang juga memiliki monokultur, sehingga umumnya ekspresi mereka seragam, baik dalam berpakaian, perilaku.
Sangat sedikit imigran yang mask ke Jepang. Pada tahun 2914, misalnya, Jepang hanya menerima 11 pencari suaka.
3. Kepercayaan
Tingkat kepercayaan di antara warga Jepang cukup tinggi. Buktinya, Anda bisa menyaksikan sepeda berjejer rapi di luar gedung kantor dan rumah tanpa dikunci.
Barangkali, bila di Jakarta atau kota lain, sepeda itu sudah habis disikat para maling. Keunikan lain, Anda bisa menyaksikan persembahan berupa bir dan sake dalam jumlah besar di kuil.
Bir dan sake itu pun tak hilang, sekalipun tidak ada orang yang menjaganya. Jadi, bisa dibayangkan bahwa begitu amannya situasi di Jepang.
4. Tidak sopan
Di Jepang, mengungkapkan kata “tidak” dianggap tidak sopan. Coba saja bila Anda ingin meminjam sesuatu ke petugas hotel.
Alice mencoba meminjam payung ke petugas hotel tempat dia menginap. Reaksi petugas hotel adalah tersenyum dan meminjamkan dua payung.
“ Saya pikir mereka memberi kami payung mereka. Mereka lebih suka mengorbankan keperluan mereka sendiri, seperti mengabaikan waktu istirahat merokok, kerena memilih membantu orang lain.
source: bisnis.com

Kamis, 28 Januari 2016

Di Pulau Jepang Ini Pertama Kali Salju Turun Dalam 115 Tahun Terakhir

Di Pulau Jepang Ini Pertama Kali Salju Turun Dalam 115 Tahun Terakhir
Udara Jepang saat ini sangat dingin. Pertama kali dalam 25 tahun terakhir Tokyo mencapai minus dua derajat Celcius saat ini.
Lebih menarik lagi di Yuwandake ketinggian 694 meter dari permukaan laut, di pulau Amami Oshima, perfektur Kagoshima, untuk pertama kali dalam 115 tahun terakhir turun salju.
"Aduh senang sekali saya turun salju di sini," papar seorang penduduk Amami Oshima, Ishikawa, kepada Tribunnews.com Selasa ini (26/1/2016).
Pertama kali dalam 115 tahun terakhir, salju sangat lebat turun di Kagoshima kali ini.
Salju lebat juga turun di daerah tetangganya di daerah Kyushu seperti Nagasaki.
Bahkan patung terkenal di Kagoshima, Saigo Takamori pada bagian wajah dan dada diliputi banyak salju sehingga membuat patung agak tertutup salju saat ini.
Pelayanan umum seperti bus dan lalu lintas banyak yang terganggu.
Kecelakaan dan luka-luka masuk rumah sakit akibat kendaraan yang slip dan lainnya, sedikitnya 2 orang harus dirawat di rumah sakit.
Pada bulan Februari 1901 memang salju turun lebat di sana.
Tetapi setelah 115 tahun tidak pernah ada salju apalagi saljulebat.
Baru sekarang ini datang salju lebat sehingga menghambat banyak fasilitas umum pula termasuk bandara akhirnya ditutup tidak melayani penerbangan baik pendaratan maupun lepas landas demi keamanan.
source: Tribunnews

Akademi Ninja Sungguhan Ada di Jepang



Lincah dan bisa bergerak secepat angin, itulah ninja. Jika ingin mengenal lebih jauh, wisatawan datang saja ke Akademi Ninja di Jepang.

Umumnya traveler mengira jika ninja hanya ada di film Jepang. Tapi jangan salah, nyatanya ada Akademi Ninja yang terletak di Kota Nara. Dilansir detikTravel dari situs Akademi Ninja Ninpou, Kamis (28/1/2016) traveler bisa belajar jadi ninja!

Di Akademi Ninja, traveler bisa memilih untuk ikut paket ninja untuk satu hari atau dua hari. Setelah memilih paket, traveler akan langsung diajari oleh sang ninja dengan lama durasi lima jam. Waktu yang cukup singkat untuk menguasai ilmu ninjutsu.

Traveler pun diharuskan untuk mengenakan pakaian ninja khas Jepang sebelum memulai latihan. Setelahnya sang sensei akan mengajarkan Anda untuk menggunakan lima senjata utama ninja, yaitu katana, shuriken, senjata tiup, panah hingga senapan!

Di awal latihan pedang, traveler akan diberi pedang asli dan diajarkan untuk menebas layaknya ninja. Tatami yang ditaruh di tiang kayu pun menjadi tempat latihan pedang. Usai menebas tatami, latihan senjata berikutnya adalah menggunakan shuriken yang lagi-lagi asli.

Traveler pun diharuskan mengenai target di dinding menggunakan shuriken yang pastinya tajam. Kemudian akurasi pun semakin diuji dengan latihan senjata tiup, memanah hingga menembak menggunakan senapan. Seperti ninja sungguhan deh.

Menjelang siang, traveler pun akan dihidangkan makan siang khas Jepang berupa udon ninja dan nasi kepal. Latihan ninja boleh, tapi jangan lupa makan siang. Toh ninja juga pasti butuh makan juga.

Jika ingin menimba ilmu di Akademi Ninja Ninpou, harga per paketnya adalah sekitar 3.500 Yen atau Rp 408 ribu. Bonusnya adalah berfoto dengan sensei dalam kostum ninja. Banzai! 

source: detik travel

Rabu, 27 Januari 2016

Stadion dengan Kolam Air dan Cincin Api Ada di Jepang

\Stadion dengan Kolam Air dan Cincin Api Ada di Jepang\
Arsitek lokal asal Jepang, Tokujin Yoshioka berhasil membuat rancangan untuk stadion Olimpiade Tokyo 2020. Namun sayang, desain karya Yoshioka itu tidak diikut sertakan dalam kompetisi desain stadion terbaru di Jepang belum lama ini.
Dikutip dari Dezeen, Rabu (27/1/2016), rancangan Yoshioka tidak ikut serta dalam kompetisi, sebab anggaran untuk proses konstruksinya dianggap tidak memenuhi kriteria yang ditentukan.
Namun, terlepas dari hal itu, desain stadion yang diajukan oleh Yoshioka tergolong unik. Dia merancang stadion berbentuk cincin dengan kolam air yang ditempatkan di atap stadion.
Jika bangunan itu jadi, ini menjadi satu-satunya yang ada di dunia stadion dengan atap kolam air. Selain itu, kolam tersebut dapat berubah menjadi arena ice skating saat musim dingin.
Dalam proposal, Yoshioka juga membuat kolam air dapat menyemburkan cincin api di tengah-tengah kolam tersebut.
"Pengunjung dapat menikmati joging dan berjalan-jalan di tepi air yang tenang di atas stadion, dan di tengah kehijauan kebun luar," jelas Yoshioka.
Kendati tidak terpilih untuk jadikan sebagai desain stadion Olimpiade 2020, Yoshioka tetap berharap agar rancangannya ini dapat direalisasikan di tempat lain. Baik di Jepang maupun di negara lain.

source: okezone 

Minggu, 24 Januari 2016

Indahnya Festival Bunga di Negeri Sakura



Di sana Anda akan disambut oleh hamparan bebungaan pink dan ungu yang sangat indah. Diselingi dengan barisan pohon Sakura yang bermekaran.


Melancong ke Jepang tentu akan lebih sempurna kalau menikmati keindahan bunga Sakura yang termahsyur.
Anda tak bisa sembarangan memilih waktu untuk menikmati keindahan itu. Cobalah bertandang ke Negeri Sakura pada musim semi, antara Maret hingga Mei. Pada bulan-bulan itu, kita bisa menikmati berbagai bunga bermekaran di seantero Jepang.
Nah, bagi Anda yang memang ingin menyaksikan Sakura bermekaran atau piknik di bawah pohon Sakura (Hanami), pastikan waktu berlibur yang tepat.
Pastikan Anda berlibur ke Jepang saat digelar Fuji Shibazakura Festival. Fuji Shibazakura Festival digelar setiap tahunnya di Fuji Motosuko Resort, mulai dari April hingga Juni, buka pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Walaupun tak menawarkan Sakura yang mekar berbonggol-bonggol di dahan tak berdaun, bunga Shibazakura di sini tak kalah cantik.
Di sana Anda akan disambut oleh hamparan bebungaan pink dan ungu yang sangat indah. Diselingi dengan barisan pohon Sakura yang bermekaran.
Source: Dream.co.id

Omine, Gunung di Jepang yang Tak Boleh Didaki Wanita

Omine, Gunung di Jepang yang Tak Boleh Didaki Wanita

Di Nara, Jepang, ada gunung dengan pemandangan indah. Sayangnya, Gunung Omine tidak boleh dinaiki oleh wanita.

Gunung Omine adalah gunung sakral yang berada di Dorogawa, Nara, Jepang. Gunung ini telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO dan juga bagian dari Taman Nasional Yoshino Kumano.

Memiliki tinggi 1.719 mdpl, gunung ini sering jadi incaran para traveler yang ingin trekking. Pemandangannya yang indah dan udaranya yang sejuk begitu menggoda untuk dijelajahi.

Sayangnya, tidak semua orang boleh naik ke atas sana. Tepatnya, hanya kaum pria saja yang boleh mendaki gunungnya. Sedangkan para wanitanya hanya boleh sampai Kuil Ryusen-ji.

Menurut Situs Pariwisata Jepang, Jumat (15/1/2016), gunung ini dianggap sakral sehingga wanita dilarang menaikinya. Bahkan ada plang yang berisi informasi wisatawan wanita tidak boleh mendaki gunung tersebut.

Gunung ini merupakan situs sakral dan rute ziarah di kawasan Gunung Kii. Menurut kepercayaan setempat, hadirnya wanita bisa merusak konsentrasi peziarah pria yang berada di sana.

Bagaimanapun, ini kepercayaan yang harus dijunjung tinggi. Para traveler wanita harus puas menikmati gunung ini dari bawah saja.

source: detik travel

Air Mancur Menakjubkan di Jepang


Sebuah karya seni berteknologi tinggi berhasil diciptakan oleh perusahaan asal Jepang, Koei Industry. Perusahaan tersebut membuat air mancuryang cukup menakjubkan.
Sebagaimana dikutip dari Galeri Arsitektur, Minggu (24/1/2016), air mancur yang dibangun dengan bentuk persegi panjang, di Gerbang Selatan Komplek GedungStasiun Osaka menampilkan gaya waktu digital. Bergerak dengan berbagai pola seperti bunga dan angka jam digital.
Air mancur bekerja menggunakan printer yang dikontrol secara digital yang menyemburkan tetesan air dalam pola yang dikendalikan dengan sangat cermat untuk mereproduksi gambar yang tersimpan di komputer. Hasil akhirnya, adalah tampilan yang menakjubkan dari tetesan air yang membentuk teks, dan gambar.

Tetesan air diterangi oleh lampu di atasnya. Untuk menjaga tetesan air ini, digunakan sekitar 400 nozel. Air mancur membutuhkan sekitar 30 liter air per menit, setelah air jatuh, ia mengumpulkan dalam wadah di bagian bawah, dan disirkulasi kembali ke dalam sistem.
Hal yang paling menakjubkan tentang air mancur ini adalah dapat menampilkan hampir semua teks, atau gambar yang di Program ke komputer. Air mancur ini tentu adalah sebuah karya seni teknologi tinggi. Koei Industry telah membangun air mancur sebagai hiburan dan menampilkan lanskap di berbagai kota di Jepang.








Source: Okezone
Air Mancur Di Jepang

Sabtu, 23 Januari 2016

Musim Dingin yang Warna-warni di Negeri Sakura

Musim dingin biasanya identik dengan suasana kelam dan pemandangan kelabu. Tapi tidak dengan Jepang. Karena saat musim dingin berlangsung festival lampu.

Bukan hanya Harbin di China saja yang meriah saat musim dingin, tapi juga Jepang. Banyak kota yang bisa didatangi beberapa di antaranya adalah Nagasaki, Gotemba, Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Kobe, seperti ditengok dari CNN, Jumat (15/1/2016). Inilah aneka destinasi warna-warni yang bisa didatangi:

1. Nagasaki


Destinasi pertama adalah taman rekreasi Huis Ten Bosch di Nagasaki. Bayangkan seluruh bangunannya diselimuti lampu warna-warni. Mulai dari taman hingga bangunan, semua diselimuti ribuan lampu yang cantik. 

Bahkan wisatawan bisa naik perahu berwarna di atas air yang bisa berubah warna. Dengan teknologi video mapping, semua bisa terlihat seperti di negeri dongeng. 

Warna-warni ini berlangsung dari akhir tahun 2015 sampai awal tahun 2016. Tepatnya sampai 18 April 2016. Masih ada waktu untuk ke sana!

2. Gotemba



Di Kota Gotemba, ada Tori No Sumika yang merupakan hotel keren terutama saat musim dingin. Di sini, ada terowongan sepanjang 450 meter. 

Tak hanya itu, di dalamnya terdapat banyak pahatan super cantik yang menarik wisatawan dari seluruh Jepang. Ada pula air mancur yang dihias lampu warna-warni. 

Musim dingin yang sempurna dihabiskan di hotel ini. Karena Tori No Sumika juga memiliki pemandangan menghadap Gunung Fuji dan areanya dikelilingi banyak sumber air panas. 

3. Tokyo



Selanjutnya mari ke Tokyo. Di sana ada Tokyo German Village. Saat musim dingin seluruh bangunannya dilapisi lampu. Ditambah, bangunanya bergaya Eropa, serasa sedang di Jerman!

Bisa dibilang, ini adalah salah satu destinasi festival lamput terbaik di Jepang. Tiket masuknya Rp 60 ribu untuk orang dewasa, dan Rp 30 ribu untuk anak-anak


4. Kyoto



Kyoto pun tak mau ketinggalan meramaikan musim dingin. Kota yang terkenal sebagai destinasi sejarah ini juga memiliki pameran lampu warna-warni saat musim dingin. 

Berada di Kyoto Illumiere, festival lampu ini disetting dekat gunung dan dikelilingi alam nan indah. Jadi, suasana yang tercipta lebih ke alam. Bahkan, ada replika pemandangan aurora seperti di Kutub Utara!


5. Osaka



Di Osaka, mari mengarah ke Taman Tennoji. Pada dasarnya, ini adalah kebun binatang. Pada hari biasa, kebun binatang ini tutup pukul 17.00 waktu setempat. 

Tapi selama Januari, kebun binatang ini buka beberapa jam lebih lama. Karena saat mentari hilang, kebun binatang ini berubah menjadi dunia penuh lampu yang warna-warni. 

Bertema binatang, lampu berbentuk hewan tersebar di seantero kebun binatang. Tak lupa, pohon yang tengah meranggas dan rerumputan pun diselimuti lampu nan indah. 


6. Kobe



Terakhir ada di Kobe tepatnya di Kobe Illuminage. Konsepnya seperti taman lampion. Aneka tokoh kartun dihidupkan dalam bentuk lampion berwarna-warni.

Beberapa di antaranya adalah Gadis Kerudung merah dan Aladdin. Wisatawan yang datang ke sana bisa menjelajah taman di tengah hamparan lampu yang seperti karpet indah. Tak hanya taman, ada pula terowongan terang penuh lampu.


Source: detik travel

4 Anggapan Salah Tentang Kuliah di Jepang



Nggak sedikit pelajar Indonesia batal kuliah di Jepang karena takut berhadapan dengan berbagai kendala di sana. Nggak bisa dimungkiri bahwa budaya kedua negara ini memang jauh berbeda. Masalahnya, gara-gara perbedaan ini malah muncul beberapaanggapan salah tentang kuliah di Jepang.
Hapus dari pikiran kamu bahwa kuliah di Jepang itu sulit. Membiasakan diri dengan budaya baru memang nggak bisa dihindari, tapi semua tantangan akan terbayar oleh pengalaman yang didapat.
“Sebenarnya kehidupan di Tokyo nggak jauh berbeda dengan di Jakarta. Yang paling beda itu transportasi, cuaca, dan harga. Untuk mengatasi perbedaan itu ya jalani saja,” ujar Caleb Merson Hasibuan, siswa Tokyo International University, Rabu (11/11).
Banyak pelajar enggan kuliah di Jepang karena khawatir dengan biaya mahal atau perbedaan bahasa. Padahal, keduanya bukan masalah.
Menurut Caleb, perbedaan tersebut justru melatihnya hidup lebih mandiri. Misalnya, ia harus menyesuaikan jadwal dengan jadwal bus yang tepat waktu dan belajar cermat mengeluarkan uang karena ongkos harian di sana mahal.
Berikut adalah paparan beberapa anggapan yang salah tentang kuliah di Jepang.

Menyesuaikan gaya hidup

Banyak mahasiswa Indonesia kesulitan menyesuaikan diri dengan kebiasaan hidup di Negeri Sakura. Pasalnya di sana semua begitu teratur, mulai dari naik kereta sampai membuang sampah memiliki tata cara masing-masing.
Sebenarnya kamu hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Lama-lama kamu akan terbiasa karena tinggal di Jepang nggaklah sulit.

Di samping warganya terkenal ramah dan santun, fasilitas umum di Jepang sudah tertata rapi. Jika kamu butuh bantuan, warga lokal tak akan sungkan untuk menolong.

Mahal!

Kenyataannya biaya pendidikan dan hidup di Jepang memang mahal. Satu hal yang nggak diketahui banyak orang adalah hal itu berbanding lurus dengan banyaknya kucuran beasiswa.
Seleksi beasiswa di Jepang hanya berdasarkan prestasi akademik. Ragamnya bermacam-macam, seperti beasiswa kampus, swasta, bantuan daerah, serta berupa potongan biaya studi.
Kamu dapat menerima beasiswa itu sepanjang masa kuliah, asal mampu mempertahankan nilai baik. Informasi seputar beasiswa pun terbuka dan tersebar di kampus-kampus.

Susah cari makanan halal

Hari ini sudah banyak restoran bersertifikat halal di Jepang dan bisa dicari lewat internet. Kedai makanan halal juga cenderung mudah ditemukan di sekitar universitas.
Solusi lainnya, pesan makanan berbahan dasar ikan dan produk laut lainnya saat di restoran. Selain itu, memasak sendiri juga bisa menjadi pilihan sekaligus membantu kamu berhemat.

Kendala bahasa

Mahasiswa asing memang disyaratkan lolos tes kemampuan bahasa Jepang (JLPT) level 1 atau 2 sebelum menempuh pendidikan di Negeri Matahari Terbit. Jangan takut, terdapat banyak sekolah bahasa tersebar di negeri itu.
Jika ingin lebih mudah, kamu bisa mencari universitas yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Program English Track (E-Track) dari Tokyo International University, misalnya.
source: Hai Online

Jumat, 22 Januari 2016

Perpustakaan Universitas Jepang Ini Seperti Berada di Luar Angkasa

Perpustakaan Universitas Jepang Ini Seperti Berada di Luar Angkasa
Di Jepang hanya perpustakaan Universitas Seikei yang paling cantik dan seolah kita berada di luar angkasa, memasuki kapsul-kapsul kaca raksasa di dalam gedung perpustakaan tersebut, karya arsitek terkenal Shigeru Ban.
"Perpustakaan ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dan staf universitas saja, bukan untuk umum," papar S. Kaya, pejabat humas universitas tersebut 
Isinya ada sedikitnya 550.000 buku yang tersebar dari lantai satu sampai lantai lima.
Bisa pakai lift atau tangga untuk naik turun, dan bisa duduk di atas di kapsul kaca besar seolah kita sedang mengapung di angkasa. Sangat menarik sekali.
Suasananya tentu semua tenang sekali, maklumlah perpustakaan.
Tetapi ada pula ternyata mahasiswa yang mungkin terlalu banyak belajar, capai, lalu tertidur di perpustakaan tersebut, di pojokan, biar tak malu mungkin.
Desain cantik itu bukan hanya menaungi buku saja, tetapi juga ada CD, DVD dan bisa men-scan, bisa foto copy, bisa pakai internet dan sebagainya, layaknya berada di dalam tempat belajar bersama yang nyaman, indah, bersih, cantik dan menarik.
Perpustakaan yang letaknya hanya 20 menit jalan kaki dari stasiun kereta api JR Kichijoji di Tokyo ini, ternyata bukan hanya desain cantik saja, tetapi menggunakan teknologi modern, terutama dalam pengambilan buku yang dicari.
Mahasiswa yang mencari buku, melihat di layar komputer, memberitahukan nomor registrasi buku, menyerahkan ke petugas perpustakaan.
Petugas tinggal meng input data, dan buku bisa diambil secara otomatis lewat mesin khusus, meraih buku, lalu mengirimkan otomatis ke bagian administrasi.
Buku diterima, lalu diserahkan ke mahasiswa yang mencarinya.
Proses robot tersebut memang sangat canggih dan membuat yang melihatnya mungkin akan berdecak beberapa kali.
Luar biasa memang, perpaduan kecantikan desain dan teknologi, serta keindahkan kebersihan dan kenyamanan suasana perpustakaan, jelas membuat mahasiswa banyak kumpul di sana, meningkatkan semangat belajarnya di universitas tersebut.
Seorang pelajar yang kami dekati mengakui enak sekali belajar di Perpustakaan tersebut, "Saya terasa nyaman, enak tenteram dan semangat belajar meningkat di sini," papar seorang mahasiswa tingkat dua tersebut.
Perpustakaan ini dibuka bulan September 2007. Kaya tak mau menyebutkan angka biaya pembuatan perpustakaan tersebut.
Namun dari sumber kami memperkirakan biayanya pembuatan perpustakaan yang cantik itu sekitar 417,9 miliar yen.
Tidak heran dengan angka biaya pembuatan yang sangat besar itu menghasilkan perpustakaan paling cantik di Jepang saat ini dan sangat populer di masyarakat Jepang tempat ini.
Perpustakaan yang berisi 266 kursi tersebut mulai dibuka dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Sabtu dan minggu tutup.
Mungkin sifatnya karena sebagai universitas swasta, memberikan kebanggaan bagi mahasiswanya yang belajar di tempat yang terkenal ini, terutama perpustakaannya.
Source: Tribunnews

Kuil di Jepang dengan Gerbang Unik Menuju Laut


Nagato - Kuil di Jepang dikenal dengan gerbang merah yang bernama torii. Uniknya, ada sebuah kuil di Jepang yang punya gerbang memanjang ke laut.

Kota Nagato di Prefektur Yamaguchi dikenal dengan Kuil Motonosumi Inari yang unik. Dilansir detikTravel dari situs Badan Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), Jumat (22/1/2016) keunikan ada pada gerbang merah atau torii yang berbaris memanjang menghadap laut.

Konon kuil tersebut menjadi rumah dari roh suci yang terbagi dari Kuil Taikodani Inari di Prefektur Shimane 60 tahun silam. Sedangkan menurut kisah setempat, kuil tersebut awalnya berasal dari mimpi seorang nelayan yang diperintahkan untuk membangun kuil di lokasi tersebut oleh dewa dalam wujud musang putih.

Uniknya, terdapat 123 gerbang merah atau torii khas agama Shinto yang memanjang dari kuil menuju tepi Laut Jepang. Secara keseluruhan ada 123 torii yang dimulai dari kuil dan memanjang hingga sekitar 100 meter.

Kotak persembahan di atas gerbang kuil (JNTO)

Tepat di gerbang pertama, traveler dapat melihat kotak persembahan yang digantung di atasnya. Hal itu berbeda dengan kebanyakan kotak persembahan yang biasanya ditaruh di daratan. Konon traveler yang berhasil melempar koin ke dalam kotak persembahan itu akan dikabulkan doanya.

Oleh sebab itu tidak sedikit traveler yang datang dan mencoba melempar koin. Doanya pun bervariasi dari ingin segera punya momongan hingga sukses pada karir hingga sekolah.

Usai mencoba melempar koin dan memanjatkan doa, turunlah melewati 123 gerbang kuil menuju ujungnya. Di akhir gerbang Anda dapat melihat pemandangan Laut Jepang yang menghampar dengan begitu indah. Deburan ombak yang menghantam batu karang pun seakan menimbulkan efek dramatis layaknya geyser.



Geyser alami di ujung gerbang (JNTO)

Bahkan saking dramatisnya, traveler menyebut fenomena tersebut dengan 'Ryugu no Shiofuki' atau 'air mancur naga istana.' Bukan tanpa alasan, air ombak yang memasuki lubang di tebingnya dapat menyembur setinggi 30 meter pada waktu tertentu yang tampak seperti naga.

Cara ke sana:

Traveler dapat pergi ke Kuil Motonosumi Inari dengan terlebih dulu menuju ke Stasiun Nagato Furuichi. Dari stasiun traveler bisa naik taksi sekitar 10 menit atau berjalan kaki menuju kuil.
Source : Detik Travel

Rabu, 20 Januari 2016

Lagu Milik Nogizaka46 dan AKB48 Resmi Dijadikan Melodi Oleh Stasiun Kereta Tokyo Metro



‘Kimi no na wa kibou’ milik Nogizaka46 dan ‘Koisuru Fortune Cookie’ resmi digunakan sebagai melodi untuk stasiun kereta Tokyo Metro. Sejak Juni – September 2015, Tokyo Metro telah menerima permintaan untuk melodi yang akan digunakan dan terkumpul 1.200 lagu dari 10.000 permintaan.
Lagu Nogizaka46 ‘Kimi no na wa kibou’ akan digunakan Tokyo Metro Chiyoda Line Nogizaka Station, ‘Koisuru Fortune Cookie’ di Hibiya Line Akihabara Station, dan lagu ‘Ginza no Koi no Monogatari’ yang dinyanyikan oleh Ishihara Yujiro dan Makimura Junko digunakan Hibiya Line Ginza Station.
Lagu ‘Kimi no na wa kibou’ memperoleh 6.400 permintaan atau lebih dari setengah permintaan yang diterima Tokyo Metro. Permainan piano Ikuta Erika yang memainkan lagu ‘Kimi no na wa kibou’ juga telah melalui proses rekaman. Ikuta berkomentar, “Permainan piano ku akan digunakan sebagai melodi stasiun kereta, seperti membuat stasiun ‘Nogizaka’ bersama-sama, itu yang aku rasakan.” 
Ikuta Erika melanjutkan, “Kimi no na wa kibou’ adalah musik yang dihargai oleh member dan fans Nogizaka46, karena itu jugalah lagu ini yang kami bawakan saat pertama kali tampil di ’66th NHK kouhaku Uta Gassen’ akhir tahun lalu. Melalui melodi stasiun kereta, aku sangat senang jika musik ini lebih banyak diketahui oleh orang-orang.“
Source: Today Idol

Indahnya Kuil Kinkakuji di Kyoto Jepang saat Musim Salju

Indahnya Kuil Kinkakuji di Kyoto Jepang saat Musim Salju
Kuil emas Kinkakuji yang terkenal di dunia semakin indah dengan salju setebal kira-kira 10 cm meliputi semua permukaan sekitarnya, termasuk atap kuil tersebut.
Terlihat kontras dalam bayangan air kolam sekitarnya, membuat kuil ini semakin indah.
Obyek wisata ini dibuka mulai jam 9 pagi. Saat pagi hari sudah antre para wisatawan ingin melihat kecantikannya.
Disamping juga adanya rusa yang berkeliaran bebas, membuat pengunuung semakin terasa bersatu dengan alam yang indah pada suhu sekitar minus 1,7 derajat Celcius, Rabu (20/1/2016).
Kinkakuji adalah nama umum untuk Rokuonji atau Kuil Taman Rusa merupakan sebuah kuil di Kyoto, Jepang.
Bangunan ini dibangun pada tahun 1397 sebagai vila peristirahatan bagi Shogun Ashikaga Yoshimitsu.
Anaknya kemudian mengubah bangunan tersebut menjadi Kuil Zen dari sekolah Rinzai.
Kuil tersebut kemudian terbakar beberapa kali dalam masa Perang Onin.
Tempat yang terkenal dari kuil itu adalah Paviliun Emas atau Kinkaku di dalam tamannya.
Keseluruhan paviliun, kecuali bagian lantai dasar ditutupi dengan lembaran tipis emas murni, menjadikan kuil itu sangat berharga.
Pada atap kuil terdapat fenghuang emas atau "burung phoenix".
Tahun 1950, kuil tersebut terbakar oleh ulah seorang biksu yang menderita gangguan mental.
Source: Tribunnews