Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2016

Area Istirahat Jepang Mulai Tawarkan Makanan Halal

Shin Tomei Expressway

Area beristirahat Okazaki di Shin Tomei Expressway mulai menjual makanan kotak halal. Dimulai bulan ini, langkah itu dilakukan demi mengakomodasi semakin banyaknya wisatawan Muslim.

Menggunakan produk yang ditanam petani lokal, makanan akan disiapkan sesuai dengan hukum Islam, sehingga wisawatan Muslim tak perlu khawatir tentang makanan saat berlibur.

Saat ini, memang ada beberapa restoran di Jepang yang menyajikan makanan yang dilarang bagi Muslim, termasuk daging babi dan minuman beralkohol.


"Banyak bus tur menggunakan jalan tol, tapi kami belum pernah mendengar ada area pelayanan yang menyediakannya (makanan halal)," kata seorang pejabat di Badan Pariwisata Jepang, seperti dilansir Japan Times, Selasa (2/2).

Makanan kotak atau biasa disebut bento, akan diproduksi dan dijual oleh perusahaan dari Toyotan Honpo Horp, Aichi Prefectur.

Area berisirahat memang menjadi lokasi utama wisatawan, karena terletak setengah jalan antara Kansai dan Kanto. Dari segi bisnis, area beristirahat memang membutuhkan pasokan makanan, bagi penumpang tur kelompok perjalanan jarak jauh.

Ada empat pilihan hidangan utama, termasuk ayam teriyaki dan gyu kakuni, degnan semua makanan dibuat menggunakan bahan yang telah disertifikasi halal.

Terletak di persimpangan dari Toyota-Hogashi dan Hamamatsu Inasa, Prefektur Shizuoka, akan menjadi area beristirahat dengan makanan halal terbesar di daerah Tokai.

Mulai beroperasi pada 13 Februari, bento halal ini akan dijual dengan harga sekitar dua ribu yen.

source: gaya hidup republika

Tips Berwisata Kuliner Nyaman di Jepang

Kedai di Tokyo, Jepang

Tingginya jumlah wisawatan asing yang mengunjungi Jepang, belakangan ini membuat turis-turis asing sulit menemui kedai kecil untuk menikmati sajian khas Jepang. Gelombang wisatawan asing itu tampaknya akan terus bertambah apalagi akan dilangsungkannya Olimpiade di Jepang pada 2020 mendatang. 
Kini, banyak kedai di Jepang yang memberlakukan sistem member bagi mereka yang akan menikmati sajian di kedai atau restoran mereka. Dengan sistem ini, orang-orang yang makan menjadi terbatas. 
Salah satu pemilik kedai di Jepang, Masaaki Narutomi mengatakan alasan pemberlakuan aturan tersebut dan menolak turis asing karena beberapa turis tidak mengerti mengenai budaya soba yang merupakan salah satu makanan cepat saji di Jepang.
Menurutnya, beberapa pelanggan terlalu lama makan dan duduk setelah makan, sementara pelanggan lain dibiarkan berdiri di luar. Narutomi mengatakan, kedainya yang berada di pinggiran distrik Ginza Tokya hanya memiliki beberapa kursi yang disiapkan untuk pelanggan tetap. 
Maka agar wisata kuliner Anda tak terganggu, berikut beberapa tips untuk bisa makan di Jepang dengan nikmat seperti dilansir Japan Times.
Pertama-tama, jika sebuah kedai/restoran tidak menerima Anda atau Anda tidak mungkin masuk ke dalamnya, carilah tempat lain. Sebab beberapa restoran tidak menerima reservasi. Kecuali jika Anda menemukan restoran yang ramah yang mengizinkan Anda masuk tanpa perlu reservasi terlebih dahulu.
Jika Anda turis asing, tentu yang pertama dicari adalah restoran dan hotel dari agen perjalanan. Direktur layanan di Mandarin Oriental Tokyo, Masumi Tajima menyarankan  untuk menghubungi agen perjalanan lebih dari satu bulan sebelum mengunjungi Jepang. Anda juga bisa menanyakan mengenai lokasi-lokasi wisata kuliner yang direkomendasikan.
Jika anggaran Anda tidak mencukupi, Anda bisa mencari restoran yng sesuai secara online. Narisawa, yang merupakan salah satu restoran besar di Asia, menerima pemesanan melalui situs resmi mereka. Beberapa hotel yang memiliki restoran besar juga menerima pemesanan online, seperti Park Hyatt Tokyo dan Mandarin Oriental.
Mencari restoran dalam situs berbahasa Inggris akan lebih memudahkan, seperti pada situs Tabelog dan Gurunavi. Michelin Jepang dengan panduan berbahasa Inggris juga bisa diakses online.
Jika telah melakukan reservasi, Anda harus tepat waktu. Banyak kedai sushi yang mulai memberikan pelayanan setelah semua tamu yang reservasi mendapatkan tempat duduk. Jangan berpakaian berlebihan dan memakai parfum dengan wangi menyengat. Jika Anda ingin mengambil gambar makanan, tanyakan dulu kepada pelayan apakah hal itu diperbolehkan. Sejumlah kedai melarang pelanggan mengambil gambar makanannya melalui kamera ponsel.
Pelajari beberapa kata bahasa Jepang seperti osusume untuk menanyakan rekomendasi makanan dan omakase untuk memberikan keputusan kepada koki. Katakan oishii (lezat) untuk mengapresiasi makanan.
Jangan berambisi untuk melakukan banyak reservasi. Pembatalan reservasi bisa dikenakan biaya yang sangat besar, terlebih jika dilakukan 24-48 jam setelah pemesanan. 

source: gaya hidup republika

Sabtu, 30 Januari 2016

Wow, Kit Kat Jepang Akan Hadir dengan Rasa Sake!




Kit Kat Jepang terus berinovasi dengan produknya. Menjelang Valentine, Kit Kat Jepang mengeluarkan varian rasa sake!

Jepang terkenal dengan variasi Kit Kat beragam. Mulai dari wasabi, kedelai hingga ubi. Ada pula rasa tertentu yang menjadi oleh-oleh dari daerah di Jepang. Misalnya Kit Kat teh hijau yang jadi suvenir paling populer diantara turis asing.

Nestle Jepang mengatakan varian eksklusif seperti teh hijau itu tetap menjadi pilihan favorit turis asing. Terbukti penjualan tahun 2015 lebih tinggi 20% dari tahun sebelumnya. 
 
Kepopuleran produk membuat perusahaan mengembangkan rasa eksklusif Jepang baru. Kali ini Nestle Jepang memadukan Kit Kat dengan minuman alkohol tradisional, nihonshuu atau sake, lapor RocketNews24(29/01). 































Kit Kat baru itu memakai bubuk sake yang dimasukan diantara wafer dan balutan cokelat putih. Memberi rasa manis dan aroma sake pada snack cokelat tersebut. Disebut-sebut rasa yang tertinggal di mulut ringan dan menyegarkan. 
 
Label pada produk memberi peringatan ada kandungan 0,8 persen alkohol di dalamnya. Sehingga tidak bisa diberikan untuk anak-anak atau orang yang sensitif terhadap alkohol.
 
Karena ditujukan untuk pasar turis asing, Kit Kat sake dikemas dengan desain sakura pink yang cantik. Terdapat juga gambar botol sake pada kemasannya.
 
Kit Kat sake mulai tersedia Februari mendatang dalam dua tipe kotak kemasan. Untuk kotak isi tiga pak kecil yang tersedia di mini market dihargai 150 yen (Rp 17.000). Sedangkan kotak isi sembilan mini pack didesain khusus dalam bentuk Ishhobin atau botol sake ukuran 1 liter. Kemasan seharga 700 yen (Rp 79.000) itu bisa didapat di toko suvenir seluruh Jepang.
 
Jika Anda berada di Jepang dan tertarik mencobanya, Nestle Jepang akan menampilkan Kit Kat sake di booth acara Craft Sake Week. Kegiatan akan berlangsung pada 5-14 Februari di Roppongi Hills, Tokyo.

source: detik food

Jumat, 29 Januari 2016

Upacara Minum Teh di Jepang



Upacara minum teh (茶道 sadō, chadō, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.

Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkukkeramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.

Chashitsu (ruangan upacara minum teh)

Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.

Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matchayang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.
Upacara minum teh merupakan upacara tradisi budaya turun temurun yang dilakukan Jepang sejak sebelum zaman edo. Upacara minum teh ini hingga sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara minum teh di Jepang memiliki makna kehidupan yang sangat dalam dan sebuah ajaran tata karma yang baik disamping banyaknya manfaat upacara ini dalam bidang kesehatan

Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.

Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.

Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Jukō. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal-usul upacara minum teh aliran Wabicha.

Upacara minum teh merupakan upacara penyambutan tuan rumah kepada tamu dengan cara menyajikan teh. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Jika di dalam ruangan disebut chato. Biasanya para tuan rumah menyediakan bunga, lukisan, dan keramik yang indah untuk menyambut para tamu dalam upacara minum teh ini.

“Upacara ini mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni dalam ruangan upacara minum teh”

Lukisan dinding yang biasanya dipasang pada ruangan tempat upacara minum teh disebut kakejiku. Bunga  yang biasanya dipasang pada ruangan tempat upacara minum teh disebut chabana. Biasanya dalam upacara minum teh menggunakan teh matcha yakni teh yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado. Namun kadang kala juga bias menggunakan teh hijau jenis sencha. Upacara minum teh dengan teh ini  disebut senchado. 

Dalam upacara ini juga disajikan kue manis yakni Okashi.
Upacara minum teh di Jepang yang sudah menjadi tradisi budaya Jepang turun menurun memiliki banyak manfaat antara lain
Teh yang disajikan baik untuk kesehatan
Teh yang disajikan dalam upacara minum teh memiliki banyak manfaat antara lain :
11.    Memperkuat gigi
22.    Memperkuat daya tahan tubuh
33.    Mencegah hipertensi
44.    Menyegarkan tubuh
55.    Sebagai penetralisir
66.    Menangkal kolestrol
77.    Mencegah kanker
88.    Mengoptimalkan metabolisme gula

Pada saat Tea Master membuat teh, setiap gerakan yang dilakukan sangat hati hati dan penuh kesabaran dan tidak boleh tergesa gesa hal ini bermakna seseorang harus melakukan sesuatu secara hati hati dan sabar. Untuk membuat teh dibutuhkan perlengkapan satu tungku hitam besar, satu mangkuk disebut Chawan dan satu wadah berisi bubuk matcha (salah satu jenis teh) yang disebut Natsume, juga ada beberapa peralatan yang sederhana lainnya, salah satunya adalah “kocokan” teh yang terbuat dari bambu yang mekar disebut Chasen, lalu sendok kayu yang panjang pipih untuk mengambil bubuk teh disebut Chasaku dan sendok air yang juga terbuat dari bambu.

Meminum teh pun tidak bisa sembarangan. Mangkuk teh yang disajikan diletakkan dengan sangat hati-hati karena yang menyajikan harus memastikan bahwa motif terbaik dari mangkuk teh tersebut harus menghadap ke arah tamu. Karena itu adalah sisi yang paling baik, maka tidak sopan pula bagi tamu untuk meminum langsung dari sisi tersebut. Jadi peminum teh juga harus memutar mangkuk teh agar posisi motif menghadap tuan rumah sebagai tanda terima kasih dan menghormati.

Alat pembuatan teh.

Inilah beberapa tata cara meminum teh di Jepang:
1.    Tamu masuk dan tuan rumah mempersilakan tamu.
2.    Tamu dan penerima tamu saling mengucap salam.
3.    Pemberian kue manis bernama Okashi.
4.    Saling member salam sesaat setelah pemberian koe Okashi sebagai bentuk rasa hormat.
5.    Kue Okashi dimakan menggunakan tusukan bamboo harus dihabiskan untuk menghormati tuan rumah (maka dari itu kue ini biasanya sedikit dan kecil).
6. Seorang ahli Chanoyu menyiapkan teh dan memberikan cangkir kepada tamu (biasanya lelaki diberi cangkir yang simple dan wanita diberi cangkir bunga.
7.    Posisi duduk dengan dada tegap dan kaki dilipat ke belakang (bagi muslim seperti duduk diantara dua sujud).
8.   Sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran. Jika kita lupa melakukan hal ini maka kita dianggap tidak sopan dan tuan rumah akan tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.
9.  Ketika teh habis, untuk menghormati tuan rumah kita harus membuat suara seperti menyeruput dengan tujuan bahwa teh itu benar-benar  dinikmati.
10. Lap bagian ujung cangkir dengan tangan kanan.
11. Putar cangkir berlawanan dengan arah jarum jam dan kembalikan ke tuan rumah.

Prosesi pemberian kue manis atau okashi yang mana harus dihabiskan oleh tamu merupakan bentuk penghargaan dari tuan rumah untuk menyambut tamu dan tamu yang mendapat kue okashi harus menghabiskannya sebagai rasa syukur akan pemberian tamu juga sebagai bentuk penghormatan. Pada saat Tea Master membuat teh, setiap gerakan yang dilakukan sangat hati hati dan penuh kesabaran dan tidak boleh tergesa gesa hal ini bermakna seseorang harus melakukan sesuatu secara hati hati dan sabar. Meminum teh pun tidak bisa sembarangan. Mangkuk teh yang disajikan diletakkan dengan sangat hati-hati karena yang menyajikan harus memastikan bahwa motif terbaik dari mangkuk teh tersebut harus menghadap ke arah tamu. Karena itu adalah sisi yang paling baik, maka tidak sopan pula bagi tamu untuk meminum langsung dari sisi tersebut. Jadi peminum teh juga harus memutar mangkuk teh agar posisi motif menghadap tuan rumah sebagai tanda terima kasih dan menghormati.

Upacara minum teh ini biasa diadakan pada sebuah ruang tertentu yang disebut Chasitsu (ruang teh). Terdapat 2 jenis Chasitsu, yaitu sebuah bangunan tersendiri yang terdiri dari beberapa ruang [di Inggris juga memiliki tradisi minum teh, dikenal sebagai tea houses/rumah teh], atau ruangan yang berada dalam suatu bangunan namun dikhususkan untuk upacara minum teh [dikenal di Inggris sebagai tea rooms/ruang teh]. Rumah teh biasanya berupa bangunan sederhana yang kecil, terbuat dari kayu. Letaknya di area yang terpisah pada bagian yang tenang. Namun pada masa kini biasanya terdapat di kebun atau taman. Sedangkan ruangan teh biasanya berupa ruangan kecil di dalam rumah, kuil, biara, sekolah atau bangunan lain. Di rumah Jepang, ruangan dengan lantai tatami bisa digunakan sebagai ruangan teh, sekaligus untuk fungsi yang lain juga.

Jenis jenis teh yang disajikan dalam upacara minum teh di Jepang
1.    Green Tea, atau sering disebut dengan teh hijau. Teh hijau memiliki banyak manfaat oleh sebab itu teh hijau sering digunakan dalam upacara minum teh.
2.    Gyokuro, teh ini tumbuh dengan tidak menerima sinar matahari secara langsung hal ini menjadikan aroma dari teh ini sangat harum.
3.    Matcha, merupakan teh hijau bubuk yang sangat tinggi kualitasnya. Hla ini menjadikan teh ini sering digunakan dalam upacara minum teh di Jepang.
4.    Sencha, teh ini sangat sering ditemui. Dalam upacara minum teh di Jepang sering menggunakan teh ini bias jadi karena mudahnya bahan baku. Teh ini ditanam dengan mendapatkan sinar matahari secara langsung.
5.    Genmaicha, campuran teh maicha dan beras merah yang telah dipanggang.
6.    Kabusecha, merupakan teh yang dilindungi dari sinar matahari daunnya sebelum di panen.
7.    Bancha, merupakan sencha yang dipanen pada musim kedua.
8.    Houjicha, merupakan teh hijau yang dipanggang.
9.    Kukicha, berasal dari tiap pucuk tanaman teh, dengan memetik bagian bunga dan tiga helai daunnya.
10. Tamaryokucha, merupakan teh yang memiliki aroma yang sangat tajam
Jenis jenis upacara minum teh di Jepang antara lain :
1.    Chabako Demae
Upacara minum teh ini menempatkan peralatan minum teh di sebuah kotak khusus.
2.    Ryu-Rei
Teh yang disajikan dalam upacara ini diletakkan dalam meja khusus. Pada awal dan akhir upacara akan dilakukan penghormatan dengan membungkukkan badan. Biasanya tuan rumah memerlukan asisten.
3.    Hakobi Demae
Dilakukan dengan posisi seiza dan peralatan teh dibawa keluar masuk ruangan upacara minum teh.
4.    Urasenka
Upacara jenis ini merupakan jenis upacara yang sangat popular. Biasanya tamu duduk bersimpuh di atas tatami kemudian diberikannya kue oleh tuan rumah untuk dimakan oleh tamu. Upacara minum teh tidak akan dimulai sebelum tamu menghabiskan kue yang dihidangkan tersebut.
5.    Obon Temae
Dalam upacara jenis ini tuan rumah akan membawa peralatan untuk menyajikan teh. Kemudian seluruh peralatan ditutup dengan fukusa. Teh encer akan dihidangkan dengan posisi seiza.


Dalam prosesi upacara minum teh banyak makna kehidupan yang terkandung di dalamnya seperti prosesi saling memberi hormat antara tamu dan penerima tamu yang bermakna saling menghormati dan setiap orang harus menghormati tamu. Prosesi pemberian kue manis atau okashi yang mana harus dihabiskan oleh tamu merupakan bentuk penghargaan dari tuan rumah untuk menyambut tamu dan tamu yang mendapat kue okashi harus menghabiskannya sebagai rasa syukur akan pemberian tamu juga sebagai bentuk penghormatan.

Source: http://agentmib.blogspot.co.id/




Sambut Valentine, Jepang Luncurkan Ramen Cokelat

Sambut Valentine Jepang Luncurkan Ramen Cokelat

Menjelang Hari Valentine, Jepang selalu hadir dengan begitu banyak cara yang tak terduga untuk menyajikan pilihan cokelat terbaik untuk Anda. 

Setelah hadir dengan ide-ide inovatif seperti kentang goreng dan mie instan yakisoba yang keduanya dilengkapi dengan saus cokelat. Kini sebuah kedai ramen di Tokyo pun meluncurkan varian menu baru yang merupakan semangkuk mi ramen dengan tambahan cokelat.

Kedai ramen bernama Mensho memiliki tujuh cabang di Jepang, namun, hanya satu cabang yang berlokasi di dekat stasiun kereta bawah tanah atau yang disebut Mensho Tokyo lah yang menyajikan ramen cokelat. 

Inovasi ini sudah tentu membuat masyarakat Jepang penasaran dan bertanya-tanya apakah kombinasi ini benar-benar ide yang baik.

Dilansir Rocketnews, ramen cokelat yang dijual dengan harga 880 yen (USD 7,30) ini bukanlah semata-mata mi ramen yang terbuat dari cokelat, namun ini adalah semangkuk mi ramen yang lengkap dengan potongan daging, daun bawang, dan kuah kaldu dari kedelai hitam yang disajikan dengan potongan cokelat di pinggirnya.

Dalam menyantap ramen ini Anda dapat menggunakan dua cara. Yang pertama, Anda bisa megambil mi dan cokelat dengan sumpit secara bersamaan, atau Anda bisa mengaduk cokelatnya hingga meleleh dan tercampur rata bersama kaldu. 

Selain rasa gurih khas bawang putih, ramen ini ternyata memang semakin lezat karena ada sedikit rasa manis dari cokelat yang telah berpadu dengan kuah kaldu. Ramen cokelat ini juga memberikan aftertaste yang lezat dan tajam. Benar-benar menggugah selera. Mensho Tokyo akan menjual ramen cokelat mulai dari tanggal 1 hingga 14 Februari 2016.

source: SindoNews

Kamis, 28 Januari 2016

Ochame, Makanan Penutup di Jepang

Ochame

Secangkir teh, sepotong buah, dan sedikit lapisan coklat, semuanya lumer di mulut Anda saat bersantai dipagi atau sore hari. Perusahaan teh Jepang, Itohkyuemon yang sudah berdiri sejak 1832 mengeluarkan inovasi terbarunya. 

Perusahaan berbasis di Prefektur Kyoto yang berdiri sejak era Shogun Jepang ini menilai inovasi ini untuk menumbuhkan pemasaran teh hijau matcha terbaik di Jepang. Selama ini perusahaan menganggap mereka masih kaku dan tradisional.

Dilansir dari RocketNews24, Kamis (28/1), penganan baru ini disebut Ochame yang secara harfiah berarti teh stroberi. Ochame bisa menjadi makanan penutup nan menggoda sebab ditambahkan coklat truffle di dalamnya. Di tengahnya terdapat sepotong stroberi, ditutupi lapisan coklat putih yang ditaburi bubuk matcha.

Ochame dasarnya bewarna hijau yang diperoleh dari campuran dua jenis teh, yaitu okaicha dan jousucha. Hasil akhirnya menjadi hijau kompleks yang memikat dari sisi warna, aroma, dan rasa. Rasanya mulai dari campuran matcha yang sedikit pahit, coklat manis, dan kue tar.

Itohkyuemon memang perusahaan pertama yang memasarkan teh Jepang secara komersial ke berbagai negara di dunia. Perusahaan memutuskan tak lagi fokus dengan produk teh semata, melainkan berinovasi membuat kudapan berbahan teh lainnya.

Ochame di Jepang perdana akan dipasarkan untuk menyambut liburan romantis Hari Valentine. Ada tiga cabang perusahaan Itohkyuemon di Kyoto yan menjual Ochame mulai 1 Februari mendatang. Harganya 11 dolar AS atau 1.296 yen per kemasan seberat 70 gram. Selamat mencoba!

source: republika gaya hidup