Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2016

Surat dari Kedutaan Besar Jepang untuk Pemerintah Indonesia

Lima tahun telah berlalu sejak terjadinya bencana gempa dahsyat dan tsunami besar yang menimbulkan banyak korban serta kerugian yang luar biasa pada 11 Maret 2011.
Sesaat setelah terjadinya bencana tersebut, pemerintah Indonesia langsung menyatakan simpati serta dukungannya yang segera disusul dengan pengiriman tim Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) serta berbagai bantuan berupa barang siap pakai maupun dana. Selain itu, yang juga tidak kalah penting adalah mengalirnya dukungan dan simpati yang luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia baik moril maupun materil yang tidak ternilai harganya. Semua kehangatan persahabatan serta dukungan yang disampaikan dengan tulus tersebut sungguh menjadi dorongan semangat bagi para korban serta masyarakat Jepang secara keseluruhan untuk bangkit kembali.
Pada peringatan 5 tahun terjadinya bencana ini, mewakili pemerintah dan masyarakat Jepang, saya ingin sekali lagi menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas segala bantuan dan dukungan hangat dari masyarakat Indonesia. Dukungan tulus dari pemerintah dan masyarakat Indonesia tidak akan kami lupakan karena hal tersebut sungguh berperan besar dalam memberi semangat bagi warga di wilayah Tohoku untuk bangkit dan segera melangkah maju menjalankan upaya rekonstruksi. Jika ada kesempatan, kami ingin para sahabat Indonesia datang dan melihat sendiri sejauh mana wilayah Tohoku telah bangkit kembali.
Beberapa waktu yang lalu, PBB telah menetapkan 5 November sebagai “Hari Tsunami Internasional” yang diusulkan oleh 142 negara terutama Jepang dan Indonesia dengan harapan masyarakat dunia dapat belajar dari pengalaman dan menyadari pentingnya penanggulangan bencana. Dengan bekerjasama dengan Indonesia yang pernah mengalami bencana gempa dan tsunami yang melanda Perairan Sumatera, Jepang akan berbagi pengalaman di bidang penanggulangan dan penanganan bencana kepada masyarakat internasional.
source: Today Idol 

Senin, 01 Februari 2016

Lowongan Kerja di Jepang Bagi Lulusan SMA Meningkat 56,1 Persen

Lowongan Kerja di Jepang Bagi Lulusan SMA Meningkat 56,1 Persen

Tingkat lowongan kerja di Jepang bagi para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) saat ini meningkat 56,1% dibandingkan tahun lalu (2015).
Sementara tingkat pencari kerja dari lulusan SMA pun meningkat 1,83 kali dibandingkan tahun lalu.
"Kami memperkirakan peningkatan lowongan kerja serta peningkatan pencari kerja pula di tahun ini per Maret 2016," papar sumber berita di Biro Pusat Statistik Jepang Senin ini (1/2/2016).
Menurutnya, peningkatan jumlah penawaran kerja ini seiring tampaknya dengan perbaikan perekonomian Jepang saat ini sedikit demi sedikit sejak tahun lalu.
"Kesulitan pencari kerja kelihatan sekali pada sekitar tahun 2010. Namun dalam enam tahun terakhir ini kelihatan peningkatan kembali sedikit demi sedikit lowongan kerja di Jepang dan juga semakin meningkat pula para pencari kerja seiring dengan perbaikan perekonomian Jepang sedikit demi sedikit akhir-akhir ini. Tahun depan pun diharapkan akan terus meningkat baik," katanya lagi.
Dari jumlah penawaran kerja di Jepang paling banyak penawaran kerja ada di Tokyo. Menyusul di Osaka, Hiroshima, Kyoto, Aichi, Kagawa, Ishikawa dan Miyagi.
Yang paling rendah kesempatan kerja serta penawaran kerja ada di Okinawa, Kagoshima dan Aomori.
Source: Tribunnews

Beberapa Situs Jepang Dihajar Hacker Tidak Dikenal

Beberapa Situs Jepang Dihajar Hacker Tidak Dikenal
Situs Kementerian Keuangan Jepang yang dihajar hacker sejak kemarin malam bersama situs lainnya 

Beberapa situs pemerintah Jepang dihajar hacker sejak kemarin malam sekitar jam 22:30 waktu Jepang hingga siang ini.
"Kami sedang diserang hacker dari luar Jepang dan memposting pesannya lewat twitter," ujarnya
Beberapa situs pemerintah Jepang seperti situs kementerian keuangan, situs kementerian tenaga kerja dan kesehatan, situs FSA (Financial Services Agency) serta situs parlemen majelis rendah Jepang terkena serangan hacker sejak kemarin malam sekitar jam 22:30 waktu Jepang.
Berbagai situs tersebut menjadi sulit dibuka hingga Senin siang ini.
Di twitter pesan para hacker tersebut menuliskan "We will fight Japan" dan diperkirakan serangan ini akan masih berlangsung ke berbagai situs lain pemerintah Jepang, ungkap sumber itu lagi.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan terutama tim khusus IT kepolisian Jepang dengan segala kemampuannya mendeteksi jalur IP dan meneliti isi dari server pemerintah Jepang, khususnya mengenai keamanan situs tersebut ditinjau kembali, agar dijauhkan dari berbagai program aneh yang mungkin saja disusupkan si hacker.
source: Tribunnews

Sabtu, 30 Januari 2016

Wow, Kit Kat Jepang Akan Hadir dengan Rasa Sake!




Kit Kat Jepang terus berinovasi dengan produknya. Menjelang Valentine, Kit Kat Jepang mengeluarkan varian rasa sake!

Jepang terkenal dengan variasi Kit Kat beragam. Mulai dari wasabi, kedelai hingga ubi. Ada pula rasa tertentu yang menjadi oleh-oleh dari daerah di Jepang. Misalnya Kit Kat teh hijau yang jadi suvenir paling populer diantara turis asing.

Nestle Jepang mengatakan varian eksklusif seperti teh hijau itu tetap menjadi pilihan favorit turis asing. Terbukti penjualan tahun 2015 lebih tinggi 20% dari tahun sebelumnya. 
 
Kepopuleran produk membuat perusahaan mengembangkan rasa eksklusif Jepang baru. Kali ini Nestle Jepang memadukan Kit Kat dengan minuman alkohol tradisional, nihonshuu atau sake, lapor RocketNews24(29/01). 































Kit Kat baru itu memakai bubuk sake yang dimasukan diantara wafer dan balutan cokelat putih. Memberi rasa manis dan aroma sake pada snack cokelat tersebut. Disebut-sebut rasa yang tertinggal di mulut ringan dan menyegarkan. 
 
Label pada produk memberi peringatan ada kandungan 0,8 persen alkohol di dalamnya. Sehingga tidak bisa diberikan untuk anak-anak atau orang yang sensitif terhadap alkohol.
 
Karena ditujukan untuk pasar turis asing, Kit Kat sake dikemas dengan desain sakura pink yang cantik. Terdapat juga gambar botol sake pada kemasannya.
 
Kit Kat sake mulai tersedia Februari mendatang dalam dua tipe kotak kemasan. Untuk kotak isi tiga pak kecil yang tersedia di mini market dihargai 150 yen (Rp 17.000). Sedangkan kotak isi sembilan mini pack didesain khusus dalam bentuk Ishhobin atau botol sake ukuran 1 liter. Kemasan seharga 700 yen (Rp 79.000) itu bisa didapat di toko suvenir seluruh Jepang.
 
Jika Anda berada di Jepang dan tertarik mencobanya, Nestle Jepang akan menampilkan Kit Kat sake di booth acara Craft Sake Week. Kegiatan akan berlangsung pada 5-14 Februari di Roppongi Hills, Tokyo.

source: detik food

Jumat, 29 Januari 2016

Perayaan Shinnenkai, Persahabatan RI-Jepang Makin Erat

Ketua JAPINDA Bapak Yasuo Fukuda juga menyampaikan apresiasinya atas kedekatan hubungan kedua negara.

Untuk semakin mempererat tali persahabatan antara Indonesia dan Jepang, dan selaras dengan budaya setempat di mana momentum tahun baru lazim digunakan sebagai kesempatan memperkuat silaturahmi dengan mitra kerja melalui perayaan tahun baru “Shinnenkai”, Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra telah menyelenggarakan acara Shinnenkai di Wisma Duta bagi para anggota Asosiasi Persahabatan Indonesia – Jepang (JAPINDA).

Acara Shinnenkai dihadiri oleh Ketua JAPINDA yang juga adalah mantan Perdana Menteri Jepang, Bapak Yasuo Fukuda, serta lebih dari 125 orang anggota JAPINDA yang kebanyakan adalah pimpinan berbagai perusahaan terkemuka Jepang. Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Jepang serta Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, serta beberapa orang perwakilan juru rawat Indonesia yang tengah bertugas di Jepang.

“Tahun 2015 yang baru lalu merupakan tahun yang bersejarah dan bahkan historis bagi hubungan kedua negara,” demikian ditegaskan Dubes Yusron dalam Bahasa Jepang yang fasih pada kesempatan mengawali acara tersebut. Terdapat berbagai pencapaian penting pada tahun 2015, antara lain kunjungan resmi Presiden Joko Widodo ke Jepang, kunjungan kerja Perdana Menteri Shinzo Abe ke Indonesia, pemberlakuan bebas visa bagi turis Jepang untuk berkunjung ke Indonesia (setelah sebelumnya Jepang membebaskan visa bagi turis Indonesia), pengiriman berbagai misi ekonomi Jepang ke Indonesia termasuk program pengiriman 1,200 turis dan pengusaha Jepang ke Jakarta, serta penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia “Bintang Jasa Utama” kepada 2 tokoh terkemuka Jepang yaitu Bapak Shoichiro Toyoda dari Toyota Motor Corp., dan Bapak Toshihiro Nikai, Ketua Liga Parlemen Indonesia – Jepang.

“Berbagai pencapaian ini sudah pada tempatnya mengingat kedua negara memiliki status sebagai mitra strategis,” demikian ditandaskan Dubes Yusron. “Tentunya, saya yakin bahwa di tahun 2016 ini, hubungan kerjasama kedua negara akan dapat semakin diperkuat lagi, dan saya mengajak JAPINDA untuk bersama-sama memperjuangkan hal tersebut”.

Ketua JAPINDA Bapak Yasuo Fukuda juga menyampaikan apresiasinya atas kedekatan hubungan kedua negara. “Kerjasama Indonesia dengan Jepang membawa manfaat nyata bagi rakyat kedua negara,” demikian diutarakan Bapak Fukuda. Beliau mencontohkan keberadaan juru rawat Indonesia di Jepang yang telah membantu Jepang menghadapi tantangan penuaan populasi. “Karenanya, keberadaan beberapa orang perwakilan juru rawat Indonesia di Jepang pada acara kita hari ini merupakan simbol dari hubungan kedua negara yang sangat erat, tidak saja pada tataran Pemerintah dan dunia usaha, melainkan juga pada tataran masyarakat luas,” demikian diutarakan Bapak Fukuda.

Pada kesempatan tersebut, salah seorang wakil perawat Indonesia yaitu Sdr. Dian juga telah menyampaikan sambutan singkat dalam Bahasa Jepang. Sdr Dian menyampaikan komitmen para juru rawat Indonesia untuk menunaikan tugas sebaik mungkin yang diharapkan dapat turut memperkuat rasa persahabatan kedua negara.

Acara Shinnenkai diisi pula dengan pertunjukan budaya Indonesia yaitu seni karawitan gamelan yang dibawakan oleh masyarakat Jepang pencinta budaya Indonesia, sembari menyuguhkan berbagai hidangan tradisional khas Nusantara.

source: liputan 6

Kamis, 28 Januari 2016

Di Pulau Jepang Ini Pertama Kali Salju Turun Dalam 115 Tahun Terakhir

Di Pulau Jepang Ini Pertama Kali Salju Turun Dalam 115 Tahun Terakhir
Udara Jepang saat ini sangat dingin. Pertama kali dalam 25 tahun terakhir Tokyo mencapai minus dua derajat Celcius saat ini.
Lebih menarik lagi di Yuwandake ketinggian 694 meter dari permukaan laut, di pulau Amami Oshima, perfektur Kagoshima, untuk pertama kali dalam 115 tahun terakhir turun salju.
"Aduh senang sekali saya turun salju di sini," papar seorang penduduk Amami Oshima, Ishikawa, kepada Tribunnews.com Selasa ini (26/1/2016).
Pertama kali dalam 115 tahun terakhir, salju sangat lebat turun di Kagoshima kali ini.
Salju lebat juga turun di daerah tetangganya di daerah Kyushu seperti Nagasaki.
Bahkan patung terkenal di Kagoshima, Saigo Takamori pada bagian wajah dan dada diliputi banyak salju sehingga membuat patung agak tertutup salju saat ini.
Pelayanan umum seperti bus dan lalu lintas banyak yang terganggu.
Kecelakaan dan luka-luka masuk rumah sakit akibat kendaraan yang slip dan lainnya, sedikitnya 2 orang harus dirawat di rumah sakit.
Pada bulan Februari 1901 memang salju turun lebat di sana.
Tetapi setelah 115 tahun tidak pernah ada salju apalagi saljulebat.
Baru sekarang ini datang salju lebat sehingga menghambat banyak fasilitas umum pula termasuk bandara akhirnya ditutup tidak melayani penerbangan baik pendaratan maupun lepas landas demi keamanan.
source: Tribunnews

Mengagumkan, Dulu Antena Hidetsus Yagi Digunakan ‘Musuh’ Jepang



Ini dia profil singkat dan biografi Hidetsus Yagi, orang yang menemukan perangkat antena yang sangat berguna sebelum era digital. Berkat antena Yagi, orang tua dulu banyak terbantu dalam menambah kekuatan penerimaan sinyal pemancar tv. Termasuk juga dalam melempar sinyal dari pemancar.
Sehingga layar kaca tv tampak lebih bersih dan asik untuk ditonton. Nah berikut kami sedikit ulas tentang siapa Hidetsus Yagi yang ada di Google Doodle hari ini, Kamis, 28 Januari 2016. Google memberikan penghargaan kepadanya
Kalau dilihat dari gambar dan animasi Doodle hari ini yang ditampilkan pada Hidetsus Yagi dengan membuat gambar antena di halaman pertamanya. Hari ini tepat pada ulang tahun ke-130 Hidetsugu Yagi. Jika mendengar namanya pasti kita sudah tahu bahwa dia berasal dari Jepang.
Benar, Hidetsus Yagi adalah seorang profesor di Departemen Teknik di Universitas Tohoku, Jepang. Ia giat dalam penelitiantentang gelombang ultrashort. Penemuan pentingnya bahwa gelombang listrik dapat sangat diterima di bawah kondisi tertentu. Bersama Shintaro Uda dari Yagi Laboratorium, ia berhasil membuat antena untuk gelombang ultrashort.
Pada awal penemuannya tak begitu mendapat respon di negaranya. Namun, negara asing mengembangkan hasil penemuan Hidetsus Yagi. Tengok berbagai radar yang dikembangkan menggunakan antena Yagi di Amerika Serikat dan Eropa. Sebuah kisah mengagumkan juga ketika tentara Jepang menduduki Singapura 1942.
Ternyata tentara Jepang menyita perangakat radar dengan teknologi pengembangan antena “Yagi”. Ini menandakan antena Yagi digunakan pihak musuh Jepang kala itu. Bahkan setelah perang, antena yagi merambah ke rumah penduduk semua negara di dunia. Di era digital ini, antena yagi masih juga banyak dgunakan di kota yang menerima siaran tv UHF. Meski sebenarnya siaran digital dan munculnya tv digital membuat antena yagi makin terpuruk.
source: berita bulukumba

Belanja Konsumen Rakyat Jepang Melemah

Penjualan ritel Jepang turun tak terduga pada bulan Desember, menunjukkan kelemahan dalam belanja konsumen saat bank sentral akan memulai pertemuan dua hari mulai Kamis ini (28/01) untuk memutuskan apakah akan meningkatkan stimulus moneter.
Penurunan ini menambah kekhawatiran bahwa kenaikan harga di Jepang akan tetap tidak cukup untuk memacu pertumbuhan ekonomi, dengan data yang dikeluarkan Jumat yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi hampir di atas nol. Gejolak di pasar keuangan global dan kekuatan baru yen menambah tekanan pada Bank of Japan untuk mempertimbangkan penyesuaian kebijakan untuk memacu kenaikan harga.
Penjualan ritel turun 0,2 persen dari bulan sebelumnya, lebih baik dari kemerosotan 2,5 persen pada November, namun masih masih di bawah perkiraan untuk peningkatan 1 persen. Dari tahun sebelumnya, penjualan turun 1,1 persen pada Desember.
Cuaca ringan pada bulan Desember menekan penjualan pakaian musim dingin, bahan bakar dan produk musiman lainnya, menurut Azusa Kato, ekonom BNP Paribas SA di Tokyo. Ada prospek untuk peningkatan belanja konsumen ketika faktor-faktor musiman sesuai, katanya.
Angka untuk pekerjaan, belanja rumah tangga dan produksi industri juga akan dirilis hari Jumat sebelum keputusan BOJ diumumkan sekitar tengah hari. Sementara pasar kerja diperkirakan akan tetap ketat, ekonom memproyeksikan belanja rumah tangga dan produksi industri menurun.
Enam dari 42 ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan bank sentral untuk meningkatkan stimulus pada hari Jumat. Dua puluh tiga melihat langkah kemungkinan antara bulan Maret dan Juli dan 13 mengatakan tidak ada prospek dorongan di masa mendatang.
source: vibiznews

Akademi Ninja Sungguhan Ada di Jepang



Lincah dan bisa bergerak secepat angin, itulah ninja. Jika ingin mengenal lebih jauh, wisatawan datang saja ke Akademi Ninja di Jepang.

Umumnya traveler mengira jika ninja hanya ada di film Jepang. Tapi jangan salah, nyatanya ada Akademi Ninja yang terletak di Kota Nara. Dilansir detikTravel dari situs Akademi Ninja Ninpou, Kamis (28/1/2016) traveler bisa belajar jadi ninja!

Di Akademi Ninja, traveler bisa memilih untuk ikut paket ninja untuk satu hari atau dua hari. Setelah memilih paket, traveler akan langsung diajari oleh sang ninja dengan lama durasi lima jam. Waktu yang cukup singkat untuk menguasai ilmu ninjutsu.

Traveler pun diharuskan untuk mengenakan pakaian ninja khas Jepang sebelum memulai latihan. Setelahnya sang sensei akan mengajarkan Anda untuk menggunakan lima senjata utama ninja, yaitu katana, shuriken, senjata tiup, panah hingga senapan!

Di awal latihan pedang, traveler akan diberi pedang asli dan diajarkan untuk menebas layaknya ninja. Tatami yang ditaruh di tiang kayu pun menjadi tempat latihan pedang. Usai menebas tatami, latihan senjata berikutnya adalah menggunakan shuriken yang lagi-lagi asli.

Traveler pun diharuskan mengenai target di dinding menggunakan shuriken yang pastinya tajam. Kemudian akurasi pun semakin diuji dengan latihan senjata tiup, memanah hingga menembak menggunakan senapan. Seperti ninja sungguhan deh.

Menjelang siang, traveler pun akan dihidangkan makan siang khas Jepang berupa udon ninja dan nasi kepal. Latihan ninja boleh, tapi jangan lupa makan siang. Toh ninja juga pasti butuh makan juga.

Jika ingin menimba ilmu di Akademi Ninja Ninpou, harga per paketnya adalah sekitar 3.500 Yen atau Rp 408 ribu. Bonusnya adalah berfoto dengan sensei dalam kostum ninja. Banzai! 

source: detik travel

Rabu, 27 Januari 2016

Indonesia Terbesar Kedua di Dunia Pelajari Bahasa Jepang


Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengatakan sebanyak 870.000 pelajar Indonesia mempelajari bahasa Jepang.

"Sekitar 870.000 orang Indonesia belajar bahasa Jepang, angka ini nomor dua di dunia setelah Tiongkok," katanya dalam sambutan pada acara penandatanganan kontrak bantuan hibah pengadaan peralatan laboratorium multimedia bahasa Universitas Dharma Persada di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Rabu (27/01/2016).
Ia mengatakan jumlah tersebut menjadi perhatiannya untuk berusaha meningkatkan jumlah pelajar bahasa Jepang di Indonesia.
Meskipun telah ada perubahan kurikulum pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, ia mengatakan perlu usaha lain agar angka tersebut meningkat, termasuk bantuan untuk meningkatkan pendidikan bahasa Jepang di Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah Jepang menghibahkan dana senilai hampir Rp1 triliun kepada Universitas Dharma Persada untuk membiayai pengadaan peralatan laboratorium multimedia di institusi itu.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei mengatakan bantuan untuk meningkatkan pendidikan bahasa Jepang merupakan salah satu kebijakan utama pemerintah Jepang.

"Semua bangsa Asia dan seluruh dunia penting bagi Jepang untuk meningkatkan pendidikan bahasa Jepang. Tapi Indonesia karena ada banyak orang yang belajar bahasa Jepang, karena itu kami pikir bahwa Indonesia penting sekali," ujarnya.
Ia mengatakan sewaktu menjadi kepala bendahara di Kementerian Luar Negeri Jepang dua tahun lalu, ia memutuskan untuk memberikan dana senilai 20 miliar yen untuk proyek kemitraan Jepang dan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) selama lima tahun, pada periode 2014-2019.

Proyek tersebut berupa pengiriman pengajar sukarelawan atau guru ke sekolah-sekolah yang memberikan pendidikan bahasa Jepang di ASEAN, dan separuh dari jumlah sukarelawan yang didanai itu ditempatkan di Indonesia.
Ia mengatakan dari 3.000 pengajar sukarelawan, setengahnya ditempatkan di Indonesia. Pengajar tersebut juga melakukan pertukaran budaya dengan penduduk setempat.
Ia berharap kemitraan Jepang dan Indonesia akan semakin baik di masa mendatang.

source: rima news

Orang Jepang Tampaknya Terobsesi Seks, tetapi Hanya Sedikit yang Menikmatinya



Jepang terkenal karena banyak hal dan obsesi orang Jepang   terhadap seks adalah salah satunya. Negara itu memiliki industri pornografi dan alat bantu seks yang paling kuat di dunia. Mereka menyiarkan iklan televisi untuk produk-produk yang sangat lumrah semacam permen dengan menampilkan tema-tema bernuansa seksual.

Jepang bahkan punya festival kesuburan tahunan yang memaradekan dua patung penis setinggi hampir dua meter di jalanan yang sibuk pada hari Minggu sore.

Namun, hampir setengah dari para lajang di Jepang tidak tertarik berkencan. Demikian lapor Sydney Morning Herald, Senin (25/1/2016). Para pakar pun memprediksi, situasi tersebut akan menyebabkan penurunan hingga sepertiga dari populasi negara itu dalam 45 tahun ke depan.

Menurut sebuah survei tentang orang-orang yang tidak pernah menikah oleh National Institute of Population and Social Security Research, sebanyak 27,6 persen pria lajang dan 22,6 persen perempuan lajang tidak punya ketertarikan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis.

Para peneliti kemudian mengutip data statistik tersebut untuk berpendapat bahwa sebagian besar orang Jepang tidak memiliki hasrat pada seks. Mereka bahkan mungkin punya keengganan terhadap seks.

Ayumu Ochiai, peneliti yang berbasis di Tokyo, mengatakan, "Sebanyak 41,6 persen pria berusia 20-an tahun tidak pernah berkencan dengan siapa pun."

Jumlah pria yang tidak memiliki pengalaman seksual berkurang seiring berlalunya waktu. Namun, pada usia 34 tahun, masih banyak yang belum mengalami seks, yaitu 26,1 persen. Untuk perempuan pada usia yang sama, angkanya agak lebih sedikit, yaitu sekitar 23,8 persen.

Hal itu tidak berarti bahwa mereka semua ingin tetap lajang. Ochiai mengatakan, penelitiannya menunjukkan bahwa hampir 90 persen kaum lajang ingin menikah pada akhirnya. Pemerintah Jepang memberikan perkiraan yang sama.

Namun, cukup mudah untuk menemukan orang Jepang yang punya sedikit minat dalam mengembangkan hubungan. Yuki Kobari, berusia 30-an tahun, mengatakan, dia pernah berkencan beberapa tahun lalu. Namun, menjalin hubungan dengan seseorang sekarang, kata dia, akan menjadi beban. Kini, waktu luangnya menjadi miliknya sendiri. 

"Saya dapat menyibukkan diri dengan hobi saya dan melakukan apa yang saya inginkan," ujarnya.

Pria itu mengakui bahwa hal itu mungkin tidak selalu menjadi preferensinya, meskipun ia merasa dirinya masih punya waktu sebelum harus khawatir tentang membuat komitmen. Dia, katanya, masih punya waktu empat atau lima tahun untuk membuat keputusan. 

Kebiasan memberikan dorongan terkait kurangnya minat akan pernikahan mengalami perubahan dalam adat istiadat sosial Jepang yang konservatif. Sebanyak 31 persen para lajang Jepang mengakui bahwa salah satu motivasi untuk memilih pasangan adalah agar bebas dari tekanan keluarga. Namun, tekanan itu sekarang jelas berkurang ketimbang dulu. Lagi pula, dewasa ini lebih mudah untuk menjadi lajang.

"Dunia ini memadai untuk orang lajang sehingga tidak banyak ketidaknyamanan," kata seorang pria Jepang lain yang berusia 30-an tahun. "Saya tidak bisa membayangkan ada orang lain dalam hidup saya."

Hal itu, kata dia, dengan ragu-ragu, termasuk kemungkinan untuk punya mitra seks. "Sejujurnya, pada dasarnya, saya bingung mengatakannya. Baiklah, saya tidak ingin ada orang lain dalam hidup saya, jadi seks termasuk bagian dari itu." 

Kota-kota besar Jepang menawarkan kenyamanan khusus buat kebutuhan para lajang, termasuk secara fisik. Bahkan, boneka seks yang seakan mirip manusia hidup mudah ditemukan buat mereka yang ingin sentuhan manusia tanpa menyentuh manusia benaran. Bagi banyak para lajang di Jepang, tampaknya, tidak ada kebutuhan untuk punya pasangan manusia benaran.

Krisis ekonomi Jepang yang panjang mungkin menjadi faktor lain yang membuat berat untuk membangun hubungan jangka panjang, terutama bagi perempuan. Seorang perempuan berusia sekitar 30-an, yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena sifat pribadi topik ini, mengatakan bahwa terakhir kali dia punya pacar delapan tahun lalu dan saat ini dia merasa tidak membutuhkan hubungan fisik. "Alasan utamanya adalah masalah keuangan," katanya.

Kurangnya minat akan seks tidak terbatas pada para lajang. Menurut sebuah survei yang dilakukan tahun lalu oleh Asosiasi Keluarga Berencana Jepang, sebanyak 44,6 persen pasangan menikah mengatakan, mereka hidup tanpa seks dalam pernikahannnya. Beberapa alasan utama mencakup kelelahan kerja dan melahirkan.

Hal yang mengejutkan adalah bahwa 10,1 persen dari responden pria dan 23,8 persen dari responden perempuan mengatakan, mereka menemukan seks seperti bekerja keras, sebanyak 10,1 persen pria lainnya dan 5,4 persen perempuan telah membayangkan pasangan mereka sebagai kerabat darah, dan sebanyak 4,5 persen pria dan 5,9 persen perempuan mengatakan, mereka memiliki kegiatan lain yang lebih menarik ketimbang seks.

Hal itu merupakan suatu pertanda buruk bagi angka kelahiran Jepang, yang dihitung berdasarkan jumlah anak yang rata-rata dilahirkan perempuan Jepang dalam hidupnya. Angka rata-rata untuk Jepang adalah 1,4. Itu merupakan salah satu yang terendah di dunia. Tahun 1985, angkanya adalah 1,8, sama seperti Amerika Serikat. Sekarang di AS angkanya naik tipis menjadi 1,9.

Penurunan populasi tidak lagi dianggap tren yang sedang terjadi, tetapi bencana yang mengancam masa depan bangsa.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah menjadikan hal itu sebagai sebuah tujuan kebijakan penting. Namun, tidak ada jawaban yang jelas tentang bagaimana ia akan melakukannya. 

Dia baru-baru ini membentuk sebuah komite khusus untuk membuat sejumlah proposal. Namun, dampak dari proposal-proposal itu, yang mungkin termasuk soal-soal seperti lebih banyak penitipan anak buat ibu yang bekerja dan keringanan pajak untuk pasangan yang memiliki anak-anak, masih belum diketahui.

source: kompas internasional

Stadion dengan Kolam Air dan Cincin Api Ada di Jepang

\Stadion dengan Kolam Air dan Cincin Api Ada di Jepang\
Arsitek lokal asal Jepang, Tokujin Yoshioka berhasil membuat rancangan untuk stadion Olimpiade Tokyo 2020. Namun sayang, desain karya Yoshioka itu tidak diikut sertakan dalam kompetisi desain stadion terbaru di Jepang belum lama ini.
Dikutip dari Dezeen, Rabu (27/1/2016), rancangan Yoshioka tidak ikut serta dalam kompetisi, sebab anggaran untuk proses konstruksinya dianggap tidak memenuhi kriteria yang ditentukan.
Namun, terlepas dari hal itu, desain stadion yang diajukan oleh Yoshioka tergolong unik. Dia merancang stadion berbentuk cincin dengan kolam air yang ditempatkan di atap stadion.
Jika bangunan itu jadi, ini menjadi satu-satunya yang ada di dunia stadion dengan atap kolam air. Selain itu, kolam tersebut dapat berubah menjadi arena ice skating saat musim dingin.
Dalam proposal, Yoshioka juga membuat kolam air dapat menyemburkan cincin api di tengah-tengah kolam tersebut.
"Pengunjung dapat menikmati joging dan berjalan-jalan di tepi air yang tenang di atas stadion, dan di tengah kehijauan kebun luar," jelas Yoshioka.
Kendati tidak terpilih untuk jadikan sebagai desain stadion Olimpiade 2020, Yoshioka tetap berharap agar rancangannya ini dapat direalisasikan di tempat lain. Baik di Jepang maupun di negara lain.

source: okezone 

Senin, 25 Januari 2016

Live Dahsyatnya Awards 2016: AKB48 Dinobatkan sebagai Bintang Tamu Terdahsyat



 Di ajang penghargaan Dahsyatnya Awards 2016 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 25 Januari, idol grup asal Jepang,  berhasil memenangkan piala di kategori Bintang Tamu Terdahsyat. 

Namun sayangnya, mereka tidak bisa datang ke Indonesia untuk menerima piala kemenangan tersebut. Sebaliknya, AKB48 diwakili oleh sister group mereka di Indonesia, . Para member JKT48 pun mengucapkan terima kasih untuk para fans setia mereka. 

"Selamat malam semua. Saya Melody dan Haruka bersama JKT48 mewakili AKB48 mengucapkan terima kasih pada Tuhan, fans AKB48 di Indonesia, terima kasih juga tentunya ke Tuhan Yesus," ucap Melody di atas panggung Dahsyatnya Awards 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).



JKT48 sendiri juga membawa pulang piala penghargaan. Mereka menyabet penghargaan di kategori Duo/Grup Terdahsyat. Kemenangan itu pun mereka persembahkan untuk para fans setia. 

"#dahSyatnyaAwards2016 JKT48 telah mendapat penghargaan sebagai Duo/Grup Terdahsyat. Terima kasih untuk para fans!," tulis JKT48 di akun Twitter resmi mereka



Minggu, 24 Januari 2016

Di Balik Kehidupan Pelajar Wanita di Jepang

Di Balik Kehidupan Pelajar Wanita di Jepang

Pada malam yang dingin, di mana hujan mengguyur Tokyo, para pelajar wanita atau siswi di Jepang ini berbaris di jalan-jalan. Mereka menunggu, dan mencari konsumen potensial untuk berkunjung ke kafe.

Hanya dengan menggunakan rok pendek, mereka terkadang terlihat menggigil bahkan ada yang sampai pingsan hanya untuk membagikan selebaran "JK" atau "joshi-kosei," kafe di mana pria dewasa membayar gadis muda yang berumur sekitar 16 tahun.

Konsumen yang datang sudah tidak muda lagi, ada yang 30 bahkan sampai berumur 50 tahun. "Sebagian besar berusia 30-an, 40-an dan 50-an," kata Honoka, gadis berumur 18 tahun.

Ketajaman Katana, Belah Peluru yang Ditembak Jadi Dua

Gadis-gadis ini semua mengenakan seragam sekolah menengah atas, hanya untuk mendapatkan sekitar US$ 8 dolar atau Rp100 ribu per jam untuk bersosialisasi dan melayani para pria ini makan dan minum.

Namun kadang-kadang, orang-orang ingin lebih dari sekedar berbicara saja. Bahkan seorang gadis bernama Eli yang masih berumur 16 tahun mengatakan, pelanggan ada yang memintanya menjadi teman kencan.

Sementara beberapa kafe, seperti di mana Eli dan Honoka berkerja, melarang mereka untuk kencan atau berinteraksi dengan pelanggan di luar bisnis.

Tetapi penelusuran yang dilakukan oleh salah satu jurnalis CNN menemukan, jika bisnis menjual gadis sekolah ini kerap dilakukan oleh panti pijat, meskipun di kafe-kafe pinggir jalan juga banyak yang melakukannya.

Para gadis-gadis remaja ini dibuat untuk bersedia berkencan, dengan para pria yang bisa dua kali lipat dari umurnya.

Terungkap Rahasia Umur Panjang Masyarakat Jepang

"Setelah Anda keluar dari toko, bahkan beberapa langkah, Anda dapat melakukan apapun yang Anda inginkan," kata salah satu sumber kepada CNN.

Dalam laporan terbaru pada perdagangan manusia, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan bahwa "jaringan prostitusi canggih dan terorganisir menargetkan wanita Jepang, terutama anak perempuan."

"Enjo Kosai," atau "kompensasi kencan," kata laporan itu, "terus memfasilitasi prostitusi terhadap anak-anak di Jepang."

Namun biasanya, pelanggan melihat tidak ada masalah dengan hal tersebut. Pelanggan pria di "JK" cafe Tokyo mengatakan, mereka tidak melihat apa-apa yang tidak pantas tentang bisnis ini.

Seorang pria berumur 30 tahun yang berhasil diwawancarai mengatakan, ia kerap datang ke kafe setiap minggu karena itu menyenangkan.

Namun itulah Jepang, apapun bisnisnya sah-sah saja. Sungguh miris.

source: viva.co.id

Sabtu, 23 Januari 2016

UKM di Jepang Kekurangan Tenaga Kerja

UKM di Jepang Kekurangan Tenaga Kerja
Sejumlah pengusaha kecil dan menengah (UKM) di Jepang saat ini mengeluhkan kekurangan tenaga kerja.
sehingga kenaikan gaji di Jepang pun membingungkan dan banyak terkait dengan kekurangan tenaga kerja di Jepang.
"Masalah pengusaha Jepang saat ini yang terparah di dalam negeri Jepang sebenarnya bukan soal pengaruh ekonomi Tiongkok menurun, walaupun itu juga ikut mempengaruhi, tetapi kekurangan tenaga kerja di dalam Jepang," kata sumberTribunnews.com, Selasa (29/12/2015).
Pertengahan Desember 2015 Kamar Dagang dan Industri Jepangmembuat survey kepada 3.000 perusahaan UKM Jepang dan ternyata 55,6 persen responden menyatakan telah menaikkan gaji karyawannya tahun ini.
Sedangkan 23,6 persen responden menyatakan masih menunda kenaikan gaji karyawan mereka. Sedangkan 20,8 persen menyatakan masih belum menentukan mengenai gaji perusahaannya.
Para pimpinan perusahaan Jepang mengakui penampilan atau hasil kerja tenaga kerja memang paling penting, namun saat ini hal itu menjadi tersingkirkan dengan jumlah tenaga kerja yang kurang.
"Kekurangan tenaga kerja membingungkan kelangsungan usaha perusahaan di Jepang. Sehingga orang dengan kemampuan apa adanya pun kini masih tetap bertahan di sebuah perusahaan karena apabila dikeluarkan, tak ada atau sulit mencari penggantinya karena kekurangan tenaga kerja," tambahnya.
source: Tribunnews