Rabu, 03 Februari 2016

5 Kebiasaan di Rumah yang Bisa Memperpendek Umurmu, Menurut Stasiun TV Jepang

Dimana-mana pasti kamu sering menemukan berbagai macam tips dan trik untuk membuat hidupmu jadi lebih baik, atau gimana cara meningkatkan kualitas hidupmu. Dan yang dibahas juga biasanya nggak jauh-jauh dari pola makan, cara tidur, termasuk aktifitas fisik, dan menata ulang hidup kita. Intinya, semuanya mencakup hal-hal yang positif.

Tapi beda dengan sebuah stasiun TV di Jepang. Salah satu programnya memberitakan mengenai kebiasaanmu di rumah yang bisa mempersingkat umurmu.

Cari tahu 5 kebiasaan ini, yang harusnya kamu waspadai!

1

1. Banyak benda di dalam kamar


Kalau punya banyak benda di dalam kamar, artinya adalah kamu lebih menghargai "benda" daripada "orang lain", jadi kalau kamu bisa hidup panjang dan bahagia bersama dengan benda-bendamu itu, nggak ada satupun dari bendamu itu yang bakal mencintaimu. Tahu kan gimana sedihnya kalau cinta bertepuk sebelah tangan? Sakit pedes.

2

2. Melarang orang lain masuk kamarmu



Kalau soal ngelarang orang lain masuk kamar, nggak ada penjelasan yang cukup jelas sih. Tapi mungkin ada hubungannya dengan komunikasi dengan manusia. 
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, jadi berinteraksi dengan seasam manusia membantumu untuk mengatasi stress dalam kehidupan. Lagian, kalau kamu sibuk ngusir orang yang masuk ke kamarmu, lama-lama energimu bakal terbuang sia-sia cuma buat ngusir orang. Capek!

3. Banyak sampah (seperti cup noodle di Jepang)



Wah kalau yang ini sih jelas ada keuntungan kesehatan yang bisa kamu dapat kalau kamu bisa hidup jauh dari sampah. Ngeliat sampah dimana-mana di dalam kamar dan penuh dengan makanan, bisa bikin stress!

4

4. Tirai kamar ditutup sepanjang hari



Kalian ini manusia, bukan vampir. Sedikit vitamin D buat tubuh bisa membuatmu menjadi orang yang bahagia. Lagian, kalau tirai kamar kamu tutup terus-terusan, kamu jadi nggak tahu kapan siang kapan malam. Jemuran juga kudu diangkat, bro.

5. Tidak menghubungi orang tua



Kalau yang poin ini, tergantung dari kalian masing-masing. Ada orang yang nggak terlalu dekat dengan ortunya, tapi ada juga yang deket banget sama ortunya. Jadi berhubungan dengan orang tua bisa meningkatkan atau mengurangi tingkat stress mu.

Gimana, aneh banget kan daftarnya? Nggak membahas satupun tentang hewan peliharaan, minum-minum, merokok, bahkan nggak nyebut satupun makanan yang sebaiknya nggak kamu makan. Beberapa daftar di atas sih sebenarnya hal-hal yang umum, tapi masak bisa berkontribusi buat kematian kita?
Dan kalau dipikir-pikir, ini kok rasanya nyindir anak kos-kosan ya? #colek anak kos.
Jadi apa kamu sering melakukan hal-hal ini? Daripada umurmu terancam pendek, mendingan kamu segera bertobat deh.

Trend Terbaru Sekaligus yang Tersulit dari Jepang, Tas Punggung dari Bungkus Cemilan!

Di Jepang, snack ternyata nggak cuma bisa jadi cemilan yang renyah, krenyes, dan murah meriah. Kalau kamu cukup bisa menahan diri untuk nggak membuka bungkusan cemilan ini, maka kamu bisa coba ikut-ikut tren ini.
Yup, tren yang terkenal di kalangan para pelajar Jepang ini memanfaatkan bungkus snack menjadi tas kreatif yang fashionable!
1

Jadi dari mana asal mula kegilaan tas snack ini berasal?



2

Awalnya tren ini berasal dari Korea, tapi kemudian mulai merambah Jepang lewat promosi yang dilakukan Meiji.



Meiji meminta warga Jepang untuk membuat tas lalu mengirim foto mereka untuk memenangkan hadiah.



Tapi akhirnya, lomba ini berkembang, sehingga banyak orang, terutama pelajar, membuat tas snack ini murni buat senang-senang dan fashion.



Snack yang dipake pun macam-macam, mulai dari Koala's March, Calbee Potato Chips, dan Umaibo.










Emang tas kayak gini bisa menyimpan barang dengan baik ya? Lagian kalau dipake di tempat umum, rasanya malu-maluin. Mungkin inilah trend Jepang yang paling sulit untuk ditiru deh. Tapi yang doyan bawa cemilan dan mau praktis, ini pasti bermanfaat banget.

source: keepo.com

Senin, 01 Februari 2016

10 Hal Tak Terduga Saat Berpacaran Dengan Wanita Jepang


Disini saya akan memperkenalkan kepada Anda 10 hal yang mungkin sedikit melelahkan atau frustasi jika Kamu pergi keluar dengan gadis Jepang. Yang Jelas bilamana kamu mengencani seorang Gadis Jepang, akan ada tantangan yang berbeda? Gimana berminat Punya Pacar / Istri Orang Jepang ? 










1. Milyaran Hari Anniversaries


Anniv yang kebanyakan


Ini juga tampaknya menjadi hal yang umum dilakukan di Korea juga. Orang Jepang memiliki banyak peringatan seperti 1 Bulan, 2 Bulan, 1 Tahun, bersamaan dengan dengan 100 Hari, 200 Hari, dan sebagainya. Ga capek tuh..? Jika Kamu lupa salah satu dari hari peringatan dengannya, dia akan marah jadi jangan lupa untuk merayakan dengan dia!




2. Reply / Balasan Dalam 5 Detik

Line

Seperti kita yang memiliki banyak alat yang berguna untuk keperluan komunikasi, dan juga sangat mudah untuk menghubungi orang lain. Yang paling populer aplikasi chat yang Orang Jepang adalah LINE. Di dalam LINE, Jika seseorang mengirim pesan dan kamu membuka dan melihatnya, maka tentu saja ada tulisan "Read" mark. Dan jika kamu sudah membacanya kamu dapat membalas pesan itu. Tapi tentu saja, maksudnya bukan agar kamu membuka dan membacanya. Maka dia akan kecewa, Jadi sebaiknya kamu membalasnya walau akan ada pesan lagi yang datang secepat kilat.

Bertentangan sekali dengan Di Indonesia yah... Biasanya kan cuman di Read :3




3. Pakaian Couple / Matching

Orang Indonesia biasa menyebutnya Baju Couple-an


Menurut saya, saya kita ini tergantung pada para pasangan yang ingin memakai pakaian yang sama dan cocok tentunya. Hal ini terjadi biasanya saat merka ingin date atau berkencan, mereka akan merias dirinya dengan baju yang sama dan pergi untuk berkencan dan mengambil banyak foto berdua. Mungkin ini sedikit memalukan karena mereka akan terlihat menonjol dari yang lain.




4. Berjalan harus berdampingan

Harus selalu barengan, tapi cowok di foto ga ngerasa keberatan ya.?!


Gadis Jepang sangat MENCINTAI Popular Store, Restoran, dan juga Cafe, untuk mendapatkan semua barang yang sedang Populer. Gadis-gadis Jepang juga sangat menyukai Jalan yang berdampingan yang bisa sampai berjam-jam, walaupun menurut Kamu itu tidak menarik.




5. Kewajiban Memberi Kejutan / Surprise

Surprise Berupa Selamat Ulang Tahun

Sebagai status Riaju (Orang Terpandang) , tidak hanya perlu seseorang itu untuk punya pacar, tapi dia perlu memiliki pacar yang baik. Untuk menunjukkan kepada teman-temannya dia memiliki pacar yang baik, dia perlu kamu lakukan kejutan pada dirinya, untuk menunjukkan bahwa dia dicintai oleh pacarnya. Tidak semua kasus yang seperti ini, tapi mereka benar-benar cinta ini, seperti mawar! Wah sedap tuh.. Orang Indo? Minat? Amin deh kalo kesampean.




6. Menulis Surat Sebelum Lanjut Ke Tahap Berikutnya

Surat Seorang Perempuan pada Pacarnya

Surat bukanlah sesuatu yang Kamu tulis setiap hari dalam beberapa hari terakhir karena masyarakat modern. Hanya ketika memiliki Hari Peringatan atau Anniversary yang  besar seperti 1 tahun atau 2 tahun, atau segala jenis ulang tahun, dia akan senang jika Kamu menulis surat padanya.



7. Foto Purikura

Purikura, padahal ga bagus-bagus amat. coba liat akunnya yang dijadiin foto avanya baru bagus

Tempat Pembuatan Purikura

Wah ini Info banget nih, Apa itu Purikura?, Purikura adalah Trend yang sedang ngetrennya di Jepang. Mereka mengedit muka mereka seolah Animasi, jika kamu melihat beberapa akun Media Sosial Orang Jepang maka mustahil jika mereka tidak memakai foto ini.

Saya pikir beberapa orang tidak suka dengan gambar yang telah diambil. Namun, mengambil Purikura dengan pacar Kamu adalah sebuah keharusan di Jepang. Kamu harus dibawanya oleh mereka tidak peduli apa, jadi harap bersabar, dan mencoba untuk menemukan cara untuk menikmatinya. haha.. tapi romantis loh..



8. SNS Photoshoot

SNS Photoshoot, biasanya sampai ratusan foto, tapi kalau buat cewek jepang mah... Ga bakal lelah..

Dia juga perlu mengambil foto dan meng-upload foto dengan Kamu untuk menunjukkan atau memberitahu orang lain bahwa ia punya Pacar yang baik, maka dia akan senang sekaligus bahagia sekali, dan juga terlihat Riajuu. Dia ingi terliha perfect atau sempurna, Jadi Kamu akan memiliki banyak cara untuk merebut perhatiaanya kembali sampai ia terlihat lucu dan imut seperti biasa.


9.  Photogenic Dan Romantis Di Date Spot / Tempat Kencan


Contoh Date Spot Di Jepang, Keren!


Apa Itu Photogenic? Photogenic Adalah bahwa seseorang dikatakan photogenic ketika dalam kondisi apapun dia, bangun tidur, tidak di make up, sedang apapun, difoto dan hasil difoto terlihat bagus, enak dilihat. Saya juga katakan photogenic tidak harus cantik atau ganteng. Coba liat yang difoto cantik kan? cantik ga yaa..

Kamu harus mengerti dimana ada kencan spot yang romantis, tetapi mereka juga harus fotogenik. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, dia mencintai untuk mengirim gambar di SNS (semacam Medsos di Jepang). Tapi, itu akan terlihat membosankan, atau "tidak keren" jika dia tidak pergi ke tempat-tempat keren. Memilih kencan spot mungkin sulit.


10. Kemarahannya Bertolak Belakang

            Di Indonesia lebih dikenal dengan " Cewek PMS " haha..

Mukanya lucu yah.. jadi pengen di cubit...
Dia akan marah tiba-tiba. Kamu pun bertanya mengapa, dan dia menjadi lebih marah, dan memberitahu mu untuk meninggalkannya sendirian. Saat Kamu melakukan apa yang dia katakan dan meninggalkannya sendirian, dan dia akan marah karena Kamu meninggalkan dia sendirian. Misteri terbesar gadis-gadis Jepang, kita tidak tahu mengapa, mereka tidak tahu mengapa. Tidak ada yang tahu mengapa, tapi itu hanya terjadi.

Ga hanya di Jepang, Di Indonesia sudah banyak banget..

Jadi, bagaimana tanggapan mu dengan mereka? Apakah Kamu masih berpikir untuk punya keinginan akan pergi keluar dengan gadis Jepang? Atau mungkin tidak terdengar menyenangkan untuk mu? Orang Jepang mungkin sedikit aneh, tapi juga menggemaskan, Jadi silakan silakan memuja Orang Jepang! haha Tenang Mereka tidak menggigit!

source: kaskus




Tiga Hewan yang Dianggap Keramat di Kuil-kuil Jepang



Jepang adalah salah satu negara yang kaya akan sejarah dan budayanya, bahkan banyak budaya jepang yang terkenal di dunia seperti Samurai, Ninja, Sumo dan lainnya.

Mayoritas penduduk jepang beragama Shinto, dan hampir disetiap kotanya memiliki banyak kuil-kuil. Dalam kegiatan keagamaan di Jepang ada beberapa hewan yang dianggap keramat dan sangat penting.

Warga di sana sangat menghormati hewan-hewan ini karena tugasnya seperti penjaga keamanan atau pengantar pesan. Hewan-hewan ini tidak heran biasanya selalu ada hampir di seluruh kuil-kuil di Jepang baik itu nyata ataupun berupa patung-patung. Berikut ini tiga hewan yang dianggap keramat :

1. Komainu




Komainu adalah hewan seperti anjing tetapi dengan wajah seperti singa. Biasanya komainu bertugas untuk menjaga kuil Shinto dari serangan roh jahat. Biasanya komainu dapat ditemui di depan kuil ataupun di dalam kuil secara berpasangan. Namun jika ingin melihat komainu yang berbeda terletak di kuil Yaeyama.

2. Kitsune atau Rubah



Kitsune atau bahasa lainnya rubah terdapat di lebih dari 32.000 kuil Shinto yang diperuntukkan bagi dewa padi, teh, sake dan Inari atau lambang kesuburan dan agrikultur. Kitsune ini biasanya berfungsi untuk penjaga pengganti Komainu atau bisa juga sebagai pembawa pesan.

3. Merpati 



Merpati di Jepang berhubungan erat dengan Hachiman atau dewa perang dalam kepercayaan Shinto untuk menjaga orang Jepang. Merpati mudah sekali ditemui di lebih dari 25.000 kuil, dan merpati bertugas sebagai pengantar pesan.

source: kaskus

Sifat Orang Jepang Yang Patut di Tiru Warga Indonesia




Jepang terkenal dengan kemajuan dan ilmu teknologinya yang maju. Namun di balik semua itu, Jepang mempunyai tradisi turun temurun yang sekiranya pantas untuk ditiru (wajib ditiru). Di sini ada beberapa tradisi warga Jepang yang diwariskan kepada anak cucu mereka yang membuat mereka hebat dalam segala hal.


1. Kerja Keras



Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu



Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat



Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas



Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi



Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah



Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini.

7. Budaya Baca



Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok



Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri



Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua



Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

source: kaskus

Lowongan Kerja di Jepang Bagi Lulusan SMA Meningkat 56,1 Persen

Lowongan Kerja di Jepang Bagi Lulusan SMA Meningkat 56,1 Persen

Tingkat lowongan kerja di Jepang bagi para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) saat ini meningkat 56,1% dibandingkan tahun lalu (2015).
Sementara tingkat pencari kerja dari lulusan SMA pun meningkat 1,83 kali dibandingkan tahun lalu.
"Kami memperkirakan peningkatan lowongan kerja serta peningkatan pencari kerja pula di tahun ini per Maret 2016," papar sumber berita di Biro Pusat Statistik Jepang Senin ini (1/2/2016).
Menurutnya, peningkatan jumlah penawaran kerja ini seiring tampaknya dengan perbaikan perekonomian Jepang saat ini sedikit demi sedikit sejak tahun lalu.
"Kesulitan pencari kerja kelihatan sekali pada sekitar tahun 2010. Namun dalam enam tahun terakhir ini kelihatan peningkatan kembali sedikit demi sedikit lowongan kerja di Jepang dan juga semakin meningkat pula para pencari kerja seiring dengan perbaikan perekonomian Jepang sedikit demi sedikit akhir-akhir ini. Tahun depan pun diharapkan akan terus meningkat baik," katanya lagi.
Dari jumlah penawaran kerja di Jepang paling banyak penawaran kerja ada di Tokyo. Menyusul di Osaka, Hiroshima, Kyoto, Aichi, Kagawa, Ishikawa dan Miyagi.
Yang paling rendah kesempatan kerja serta penawaran kerja ada di Okinawa, Kagoshima dan Aomori.
Source: Tribunnews

Area Istirahat Jepang Mulai Tawarkan Makanan Halal

Shin Tomei Expressway

Area beristirahat Okazaki di Shin Tomei Expressway mulai menjual makanan kotak halal. Dimulai bulan ini, langkah itu dilakukan demi mengakomodasi semakin banyaknya wisatawan Muslim.

Menggunakan produk yang ditanam petani lokal, makanan akan disiapkan sesuai dengan hukum Islam, sehingga wisawatan Muslim tak perlu khawatir tentang makanan saat berlibur.

Saat ini, memang ada beberapa restoran di Jepang yang menyajikan makanan yang dilarang bagi Muslim, termasuk daging babi dan minuman beralkohol.


"Banyak bus tur menggunakan jalan tol, tapi kami belum pernah mendengar ada area pelayanan yang menyediakannya (makanan halal)," kata seorang pejabat di Badan Pariwisata Jepang, seperti dilansir Japan Times, Selasa (2/2).

Makanan kotak atau biasa disebut bento, akan diproduksi dan dijual oleh perusahaan dari Toyotan Honpo Horp, Aichi Prefectur.

Area berisirahat memang menjadi lokasi utama wisatawan, karena terletak setengah jalan antara Kansai dan Kanto. Dari segi bisnis, area beristirahat memang membutuhkan pasokan makanan, bagi penumpang tur kelompok perjalanan jarak jauh.

Ada empat pilihan hidangan utama, termasuk ayam teriyaki dan gyu kakuni, degnan semua makanan dibuat menggunakan bahan yang telah disertifikasi halal.

Terletak di persimpangan dari Toyota-Hogashi dan Hamamatsu Inasa, Prefektur Shizuoka, akan menjadi area beristirahat dengan makanan halal terbesar di daerah Tokai.

Mulai beroperasi pada 13 Februari, bento halal ini akan dijual dengan harga sekitar dua ribu yen.

source: gaya hidup republika